Kamis, 18 Juli 2024

Ciptakan Sajian Siaran yang Sehat, KPI Kerja Sama dengan IAI Banyuwangi

Diunggah pada : 13 Juni 2022 12:15:15 200
Kadis Kominfo Jatim dalam acara Forum Masyarakat Peduli Penyiaran, Senin (13 Juni 2022) di Banyuwangi

Jatim Newsroom – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Hudiyono, mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam acara Seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran bertajuk “Sinergi KPI dengan IAI Banyuwangi Mewujudkan Tujuan Penyiaran”, Senin (13/6/2022) d kampus Institut Agama Islam (IAI) Darussalam Banyuwangi, Jawa Timur.

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio, mengatakan KPI sesuai dengan kewenangannya sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 32 tentang Penyiaran, telah berupaya untuk menciptakan sajian siaran yang menyehatkan dan upaya penciptaan penyiaran yang sehat itu memerlukan peran serta masyarakat. 

KPI terus menjajaki kerja sama dengan berbagai instansi dalam hal-hal perbaikan dan penguatan penyiaran. KPI melakukan kerja sama dengan banyak universitas. KPI juga bersinergi dengan Lembaga-lembaga pemerintahan untuk menyinergikan agenda. Selain itu, KPI terus berusaha melibatkan masyarakat untuk menyatukan dan menyamakan persepsi tentang penyiaran.

Pendekatan teknologi akan mengubah wajah televisi Indonesia untuk memperluas dan memperbanyak jangkauan serta program siaran. Pendekatan digital akan menunjang pemerataan informasi secara maksimal, serta menambah ragam konten siaran dengan kualitas yang lebih jernih, canggih, dan bersih. 

Kebermaanfaatan ini di satu sisi bisa menyegarkan dunia penyiaran Indonesia. Tetapi di sisi yang lain, akan menambah beban tanggung jawab, salah satunya oleh Komisi Penyiaran Indonesia, baik Pusat atau Daerah. Semakin banyak televisi, maka KPI harus lebih memaksimalkan pengawasan dan kontrol terhadap lembaga penyiaran televisi. 

Pertama, KPI harus memastikan digital ini selaras dengan tujuan penyiaran, sebagaimana termaktub dalam UU Penyiaran. Kedua, KPI harus memastikan sumber daya pengawasan serta sarana dan prasarana berfungsi maksimal dalam operasionalnya. Terakhir, tidak mengurungi kepentingan publik dalam setiap konten siaran. 

Peluang sekaligus tantangan ini harus dijawab dengan taktis dan sinergi. Taktis dalam artian, setiap agenda kegiatan diarahkan untuk menuju cita-cita dan tujuan penyiaran. Sinergi harus melibatkan keterlibatan masyarakat secara koheren. 

Dalam seminar Forum Masyarakat Peduli Penyiaran akan dibahas mengenai Sinergi dan Peran KPI serta Masyarakat dalam mewujudkan Tujuan Penyiaran. 

Kemarin Minggu (12/6/2022) juga telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KPI Pusat dengan IAI Darussalam Banyuwangi. (idc/s)

#Banyuwangi #Kadis Kominfo Jatim #komisi informasi pusat