Minggu, 23 Juni 2024

Hadir Harlah Duta Masyarakat ke 23. Kadis Kominfo Jatim Ajak Media Perangi Hoaks

Diunggah pada : 8 Maret 2024 13:40:03 21
Kadis Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi bersama Redaksi harian Duta Masyarakat memperingati Harlah ke 23 Tahun. (hendrik)

Jatim Newsroom - Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Timur, Adhy Karyono yang diwakilkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin menjadi tamu pertama yang hadir di harlah Harian Duta Masyarakat ke 23 Tahun, Jumat (8/3/2024).

“Mohon maaf, kami hadir duluan. Bapak Pj Gubernur Adhy Karyono sedang ada kegiatan di luar kota, menyambut Bapak Presiden RI, begitu juga kami,” demikian  Sherlita Ratna Dewi Agustin.

Di kantor redaksi Duta Masyarakat, Sherlita menegaskan pentingnya media berjibaku perang melawan hokas. Ini lantaran konten menyesatkan itu, sekarang tampil lebih canggih dan,  membuat pembaca sulit membedakan, mana benar dan mana hoaks. “Betul. Pagi ini sudah ada tiga pertanyaan, salah satunya dari seorang kiai sepuh di Malang (KH Abdullah Muchith red.) yang menanyakan kabar Prabowo mundur, apakah itu hoaks atau tidak? Video itu dikemas seperti baru. Padahal, jelas, itu zaman baheula,” demikian Mokhammad Kaiyis, Pemred Koran Duta Masyarakat menjelaskan.

Menurut Sherlita melawan hoaks harus secara kolaboratif. Menurutnya cek fakta untuk melakukan klasifikasi berita, itu perlu kolaborasi dari semua pihak, baik pemerintah, media masyarakat, akademisi dan masyarakat secara keseluruhan. “Dinas Kominfo memiliki klinikhoaks.jatimprov.go.id/. Ini aplikasi yang diinisiasi Diskominfo Jatim dengan tujuan membantu masyarakat memeriksa kebenaran sebuah informasi khususnya berita hoaks,” terangnya

Di aplikasi klinikhoaks.jatimprov.go.id, tegasnya, terdapat berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna seperti pengecekan fakta dan pelaporan informasi yang tidak benar. “Aplikasi ini juga memberikan akses untuk melakukan konsultasi kepada Tim Ahli Hoaks Jatim jika ditemukan informasi yang mencurigakan atau meragukan. Aplikasi ini diharapkan masyarakat lebih cerdas dan kritis dalam mengonsumsi informasi sehingga dapat mengurangi dampak buruk dari berita hoaks yang dapat menimbulkan kegaduhan dan kebingungan masyarakat,“ jelasnya.

Diakui, bahwa, kabar hoaks sekarang begitu massif dan canggih. Ini membutuhkan kerja keras semua pihak, terutama media mainstream. “Kita harus bekerjasama memberi pencerahan kepada khalayak. Karena, faktanya, publik kesulitan membedakan apakah ini kabar benar atau tidak (hoaks),”pungkasnya. (pca/hjr)

 

#Kadis Kominfo Jatim #sherlita