Kamis, 18 Juli 2024

Turunkan Angka Stuting, PMI Banyuwangi Gelar Pelatihan SIBAT

Diunggah pada : 19 September 2022 17:01:50 67
Pelatihan bagi para relawan SIBAT di Aula Markas PMI Banyuwangi yang dibuka oleh Asisten perekonomian dan Pembangunan, Dwiyanto

Jatim Newsroom - Menyambut Hari Ulang Tahun PMI yang ke 7, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi berikan Pelatihan kepada para  relawan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat). Kegiatan yang digelar di Aula Markas PMI Banyuwangi pada Selasa, (19/09/2022)  ini juga termasuk upaya PMI untuk membantu mencegah dan menurunkan angka stunting di Kabupaten Banyuwangi .

Pelatihan yang  diikuti oleh 30 peserta Sibat yang terdiri dari 10 Desa/Kelurahan, di 6 Kecamatan, turut hadir untuk memperoleh pembekalan ilmu dan pemahaman terkait cara pencegahan dan penurunan stunting. “Berdasarkan Surat Kerjasama dengan Dinas Kesehatan, kami sengaja mengundang fasilitator dari Dinas Kesehatan Banyuwangi, agar menyampaikan materi tentang penangan stunting ini ” ungkap Rezekiyanti selaku Panitia Acara Bakos Peringatan HUT PMI Ke-77.

Yaseni Bachtiar,  selaku Pengurus PMI Kabupaten Banyuwangi mengatakan bahwa selain pelatihan untuk Sibat,  PMI Banyuwangi juga menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos).  “ Di sana akan dilakukan pembagian paket PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk Balita stunting.  tablet zat besi (Fe) untuk remaja putri, pemberian paket sembako untuk warga kurang mampu dan bakti sosial dalam bentuk pemasangan kaki palsu untuk kaum disabilitas,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan tujuan PMI memberikan pelatihan kepada sibat adalah untuk meningkatkan pengetahuan para relawan Sibat agar mampu membantu bidan desa/ kader posyandu/puskesmas dalam penemuan dan pendampingan ibu hamil beresiko tinggi,  termasuk upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di kbaupaten Banyuwangi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dwiyanto, Assisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi saat membuka acara pelatihan.  Beliau menyampaikan bahwa PMI selalu merespon baik semua program yang disusun oleh pemerintah, termasuk Program penurunan prevalensi angka stunting di Banyuwangi ini.

“ Kabupaten Banyuwangi terbaik dalam pengendalian inflansi se-Jawa dan Bali, harapannya dengan meningkatkan semua sektor dan bersinergi dengan semua lini, usaha ini akan bisa mencapai angka stunting hingga 0%,” tegasnya.  

Diharapkan para  relawan Sibat dapat membantu program pemerintah terkait penurunan stunting di Kabupaten Banyuwangi ini. “Minimal ada  pengawasan dan pemantauan apakah tablet penambah darah untuk remaja sudah di diberikan dan dikonsumsi, dan harapannya Sibat sebagai relawan menjadi agen perubahan dalam upaya penurunan AKI (Angka Kematian Ibu) dan AKB (Angka Kematian bayi) melalui pendampingan ibu hamil resiko tinggi  di masyarakat.” terangnya.(audi)

#pmi