Selasa, 23 April 2024

Keluhkan Listrik Dipadamkan. Warga Rusunawa Gunungsari Diterima Wagub Emil

Diunggah pada : 12 Januari 2024 13:06:17 82
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak saat menerima perwakilan warga rusunawa Gunungsari di lobby DPRD Jatim. (Pca)

Jatim Newsroom  – Sebanyak 8 orang perwakilan dari 68 warga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Rusunawa Gunungsari menemui Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai rapat paripurna, Kamis (11/1/2024). Mereka berharap ada solusi terkait jaringan listrik yang dipadamkan oleh pengelola.

“Jadi kita mengeluh minta solusi Pak Wagub harus berbuat apa. Sudah satu bulan setengah ini listrik 68 warga dari 260 warga ini dipadamkan oleh Cipta Karya Jatim sebagai pengelola (Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, red),” ujar koordinator warga Rusunawa Gunungsari, Bayu Kuntoro ditemui di DPRD Jatim.

Bayu mengaku 68 warga yang dipadamkan listriknya ini menunggak sewa rusunawa selama 2 tahun. “Rata-rata warga yang menunggak ini warga eks Stren Kali Jagir. Setelah direlokasi dari Jagir banyak yang tidak bisa bekerja, kerjanya serabutan, ada yang jual nasi bungkus, ojek online tapi sepi order, akhirnya menunggak sewa ini. Selama ini tidak ada pembicaraan dari Dinas Sosial maupun pengelola terkait hal ini. Makanya kita nemui pak Emil ini untuk sambat,” jelasnya.

“Pengelola ini tidak pernah mau diajak bicara secara baik-baik untuk solusinya, mereka inginnya lunas gak mau dicicil. Bahkan ada yang sudah membayar Rp2.000.000 dengan harapan listriknya bisa nyala, tetap saja gak ada solusi, tapi uangnya diterima. Padahal warga itu nyari uangnya dari hutang sana-sini,’ imbuhnya.

Berbagai solusi, lanjut Bayu, termasuk menemui Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur. “Kami sudah ke kantornya Kepala Dinas Cipta Karya Pak Nyoman, tapi gak ditemui. Maunya lunas,” terangnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai menemui warga di loby DPRD Jatim,  mengatakan pihaknya sudah menelepon Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur untuk mengetahui kondisi sebenarnya. “Jadi menurut Pak Kadis siap dari 260 penghuni, hampir 200 warganya siap memenuhi kewajiban sebagai penghuni. Nah versi tim kami untuk yang 68 warga ini jika diberikan keistimewaan maka tidak adil bagi warga lainnya,” ungkapnya.

“Nah untuk 68 warga yang bertemu saya ini dalam kondisi ekonomi yang sangat sulit. Sehingga saya bilang ke Pak Kadis untuk diperpanjang lagi nafas pembicaraannya, berapapun yang mereka mampu asalkan menunjukkan keseriusannya, bisa nggak untuk dinyalakan lagi sementara sambil dibicarakan lagi solusinya,” imbuhnya.

Emil menambahkan kalau memang kondisinya ketidakmampuan ekonomi maka Dinas Sosial Jatim harus membantu Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya Jatim untuk hal ini. “Kami juga menjaga apa yang sudah disepakati oleh warga yang hampir 200 ini terdemotivasi untuk memenuhi kewajiban hunian, nah untuk yang 68 ini kalau memang sudah konkret kondisinya maka perlu adanya intervensi dari pemerintah,” pungkasnya. (pca/hjr)

#Emil Elestianto Dardak #dprd jatim #Wakil Gubernur Jatim #Wagub Emil