Kamis, 18 Juli 2024

Ibu-Ibu Desa Jatirowo Mojokerto dapat Program Gelora Cinta dan Pusyangatra

Diunggah pada : 30 September 2023 11:55:36 75
Sumber foto : Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Sebagai upaya dalam menurunkan angka stunting di Bumi Majapahit, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menggurlirkan program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (GELORA CINTA), dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Pusyangatra). Kali ini, kedua program tersebut menyasar ibu-ibu Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. 

Pelaksanaan GELORA CINTA dan Pusyangatra adalah program yang selaras dengan program nasional dalam menekan angka stunting. Kedua program yang merupakan hasil inisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Perlindungan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto tersebut, diselenggarakan di Desa Jatirowo, Kecamatan Dawarblandong, Jumat (29/9/2023). 

Peserta yang mengikuti kegiatan kedua program tersebut berjumlah 50 warga, yang terdiri dari ibu hamil, ibu-ibu balita, dan wanita usia subur. 

Bupati Ikfina, melalui pers rilis Diskominfo Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu (30/9/2023) menjelaskan, ketika ibu sedang hamil, maka lengannya tidak boleh kurang dari 23,5 cm, karena hal tersebut, menjadi tanda minimal kecukupan gizi bagi ibu hamil. Dikatakannya pula, Pasangan Usia Subur (PUS) yang terlalu tua atau lebih dari 35 tahun diharapkan tidak hamil lagi, karena usia ibu diatas 35 tahun sangat berpotensi melahirkan bayi stunting.

"Karena ada masa sel telur. Makin tua usia ibu, kualitas sel telurnya sudah kurang baik. Maka dari itu apabila masih mengalami menstruasi, dianjurkan memakai KB metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP)," jelasnya.

Terkait stunting, Bupati Ikfina mengungkapkan, saat ini bagi negara kondisinya merupakan ancaman besar, karena stunting sangat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.

"Stunting ini diawali saat kondisi hamil, jadi ibu-ibu yang sedang hamil ini jangan sampai kekurangan gizi, sehingga janinnya juga akan tercukupi gizinya," ungkapnya. 

Selain itu, orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto tersebut juga mengatakan kondisi stunting pada balita juga berdampak pada tingkat kecerdasannya yang dibawah rata-rata. "Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi dan infeksi berlanjut, jika anak pada posisi stunting, maka tingkat kecerdasannya 20 persen lebih rendah dari anak kondisi normal," ujar Bupati Ikfina. 

Agar bayi mendapatkan gizi yang baik dan tercukupi, Bupati Ikfina mengimbau, seluruh orang tua bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan sejak bayi dilahirkan, karena kandungan ASI sendiri memiliki zat kekebalan tubuh yang membuat bayi tidak gampang sakit. Ia menambahkan, ketika usia bayi diatas 6 bulan, maka boleh diberikan makanan pendamping.

"Semua orang tua ingin anaknya lebih mulia dari mereka. Tapi itu tidak bisa begitu saja, melainkan harus diupayakan. Baik gizi, stimulasi, dan pengasuhan agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi luar biasa," terang Bupati Ikfina. 

Untuk mendapatkan pertumbuhan balita yang maksimal dan gizi terpenuhi, Bupati Ikfina juga berpesan,  para orang wajib memberikan makanan zat pembangun seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

"Untuk menekan stunting, anak-anak harus cukup gizi agar sehat dan tidak sakit berulang. Sebisa mungkin anak usia dibawah 2 tahun harus diusahakan ASI. Waktu terbaik memaksimalkan pertumbuhan otak anak itu dimulai dari bayi sampai dengan 5 tahun. Ini semua dapat diwujudkan apabila anak cukup gizi," pungkas Bupati Ikfina. 

Dengan dilaksanakan kegiatan ini, Bupati Ikfina berharap, angka stunting di Kabupaten Mojokerto bisa turun. Sehingga ke depan, bangsa Indonesia dapat mewujudkan generasi emas yang siap bersaing dengan SDM Internasional di masa yang akan datang.

Turut hadir pula pada kegiatan ini, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi, jajaran Forkopimca Dawarblandong, dan Kepala Desa Jatirowo. (vin/s) 

#stunting #Bupati Mojokerto #Kabupaten Mojokerto #Pemkab Mojokerto #ibu