Senin, 15 Juli 2024

Simak Perjuangan Khumaidi, Pemulung Asal Kabupaten Mojokerto yang Berangkat Haji

Diunggah pada : 6 Juni 2024 15:51:11 79
Khumaidi (49 tahun) pemulung asal Kabupaten Mojokerto yang naik haji. Foto : Humas Kanwil Kemenag Jatim

Jatim Newsroom - Seorang pria asal Kabupaten Mojokerto bernama Khumaidi (49 tahun), yang sehari-harinya bekerja sebagai pemulung tidak menyangka jika Ia dan istrinya, Siti Fatimah (45 tahun) dapat menunaikan rukun Islam kelima ibadah haji ke tanah suci. Khumaidi yang setiap harinya bekerja sebagai pemulung barang bekas di TPA Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo ini merasa bahagia karena dapat berangkat berhaji setelah sempat tertunda selama tiga tahun karena pandemi. 

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur tahun ini dipanggil untuk berhaji ke Baitullah,” tutu Khumaidi, melalui pers rilis Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, pada Kamis (6/6/2024).

Khumaidi dan istri, diketahui semestinya berangkat haji pada tahun 2021, namun hal tersebut tertunda karena saat itu penyelenggaraan ibadah haji ditiadakan akibat pandemi Covid-19.

Khumaidi menceritakan, bahwa keinginannya pertama kali untuk mendaftar haji berasal dari sang istri. 

"Awalnya dia sempat pesimis karena merasa hanya seorang pemulung. Saya ini cuma pemulung barang bekas, biaya haji kan mahal apalagi kalau berdua,” ujar bapak dua ini. 

Rupanya, keinginan sang istri tersebut tak dianggap sebelah mata oleh Khumaidi, meski baginya itu bukan hal mudah.

“Pada tahun 2011 itu kebetulan tabungan kami sudah terkumpul 10 juta. Awalnya ingin saya belikan tanah kecil-kecilan tetapi saya ingat kalau istri ingin berangkat haji. Dibantu dana talangan, akhirnya saya bisa mendaftar haji,” tutur Khumaidi.

Setelah mendaftar haji, Khumaidi berusaha mengumpulkan uang dengan menabung sebagian besar pendapatannya untuk persiapan dana pelunasan haji. 

“Dari memulung, saya bisa memperoleh uang penghasilan seratus ribu atau kalau sedang sepi ya kurang dari seratus ribu perhari,” ujarnya.

Dari penghasilan tersebut, kemudian Ia pergunakan 25 ribu untuk keperluan sehari-hari. Sedangkan sisanya disisihkan sebagai tabungan haji.

Untuk menambah penghasilannya, Khumaidi dan istrinya sempat mempunyai usaha membuat batu merah. Meski cukup membantu, usaha ini sudah berhenti semenjak empat tahun lalu karena tanahnya sudah habis.

Khumaidi dan istrinya, diketahui tergabung dalam kloter 65 yang berangkat dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES). Dan kini mereka telah beribadah haji di tanah suci. 

Saat beribadah haji, Khumaidi mengatakan, dia akan memohonkan doa supaya anak-anaknya dan saudara-saudaranya bisa berangkat ke tanah suci seperti dirinya. Ia berharap, supaya dirinya dan keluarga diberikan kehidupan yang barokah oleh Allah SWT. (vin/hjr).

#Haji #Kabupaten Mojokerto #jemaah haji #Berita Haji 2024