Sabtu, 22 Juni 2024

Peringati Hari Otoda XXVIII, Pemkot Mojokerto Berikan Bantuan bagi Balita Stunting

Diunggah pada : 25 April 2024 17:28:50 28
Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro memberikan bantuan bagi balita stunting dalam rangka memperingati Hari Otonomi Daerah XXVIII, Kamis (25/4/2024). Sumber Foto: Diskominfo Kota Mojokerto

Jatim Newsroom - Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) XXVIII dirayakan dengan penuh makna oleh segenap jajaran Pemkot Mojokerto. Tidak hanya menggelar upacara, melainkan juga memberikan bantuan bagi balita stunting, Kamis (25/4/2024).

Segenap jajaran di lngkungan Pemkot Mojokerto turun langsung menyalurkan bantuan tersebut ke rumah warga penerima. Mulai dari Pj Wali Kota, Sekretaris Daerah, Asisten, Kepala Bagian, Kepala Dinas, hingga Camat.

Mengutip laman Pemerintah Kota Mojokerto, ada 117 balita stunting yang tersebar di 18 wilayah kelurahan se-Kota Mojokerto yang menjadi sasaran penerima bantuan. Masing-masing menerima paket bantuan berisi telur 2kg, susu UHT 125 ml 1 karton.

"Sudah dibagi, dinas apa menyerahkan ke mana, semua ikut turun langsung. Aksi ini sebagai cermin, kalau persoalan stunting itu bukan hanya kerja perangkat daerah tertentu. Semua memiliki kewajiban untuk terlibat," ujar Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro.

Pembagian area penyaluran bantuan dilakukan, misalnya oleh Pj. Wali Kota Mojokerto di lingkungan Kedundung. Sementara Dinas Kominfo Kota Mojokerto menyasar dua balita stunting di lingkungan Balongsari. Serta Dinas Pendikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto beserta UPT Sekolah menyalurkan ke 10 balita stunting di wilayah Kecamatan Kranggan.

"Ini sebagai wujud komitmen pemkot untuk berperan aktif untuk menurunkan angka stunting," ujar Pj. Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro.

Pengentasan persoalan stunting juga menjadi salah satu upaya mencetak generasi berkualitas di masa depan. Mengingat, usia balita adalah masa emas dalam tumbuh kembang manusia. Sehingga diharapkan, calon generasi penerus Kota Mojokerto dapat tumbuh sehat, aktif, dan ceria sejak dini.

Upaya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak secara konsisten dilakukan. Sehingga terbukti pada penurunan angka stunting secara signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Mojokerto, pada bulan Maret 2024 prevalensi stunting berada di 1,96 persen. Angka tersebut turun, dibandingkan persentase Desember tahun lalu, yakni 2,04 persen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kota Mojokerto, dr Farida Mariana mengungkapkan pemberian bantuan berupa protein dipilih, sebab hal tersebut cukup signifikan dalam upaya penurunan stunting.

"Ini bagian dari kampanye kita, double protein hewani. Bagiamana asupan protein hewani bisa optimal terutama pada anak-anak stunting," terang dr. Farida yang juga turut mendampingi Mas Pj menyerahkan bantuan di lingkungan Balongrawe, Kedundung. (idc/s)

#stunting #Kota Mojokerto #hari otonomi daerah