Senin, 22 Juli 2024

Bupati Mojokerto Ajak Pembina PIK-R Wujudkan Lingkungan Sekolah Aman Bagi Anak

Diunggah pada : 30 Maret 2023 11:28:25 69
Sumber foto : Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati secara resmi membuka kegiatan Pembinaan Pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Jalur Pendidikan Kabupaten Mojokerto tahun 2023, Rabu (29/3/2023). Pada momen itu, Bupati Ikfina mengajak seluruh Pembina PIK-R agar mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi anak.

"Saat ini tidak ada tempat yang aman dan nyaman dari bahaya yang mengancam anak. Di rumah sekalipun. Maka dari itu, saya minta tolong, mari kita jadikan sekolah ini jadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak," imbau Bupati Ikfina melalui pers rilis Diskominfo Kabupaten Mojokerto.

Terkait minimnya tempat aman dan nyaman bagi anak, Bupati Ikfina menyampaikan bahwa dari data permohonan dispensasi nikah tahun 2021, ada sedikitnya 545 permohonan dispensasi nikah. Permohonan dispensasi nikah ini diajukan sebagian besar karena pasangan sudah terlanjur hamil.

"Kita lihat saja data pernikahan usia dini, rata-rata karena sudah terlanjur hamil. Saat ditanya, dimana mereka melakukan hubungan suami istri bersama pacarnya, mereka mengakui melakukannya di rumah pihak laki-laki. Intinya, rumah pun tidak bisa menjadi tempat aman bagi anak-anak kita," ujar Bupati Ikfina. 

Selanjutnya, Bupati Ikfina menerangkan bahwa negara membuat program PIK-R ini bertujuan untuk melindungi remaja sehingga memiliki kemampuan dan keterampilan dalam hidup atau life skill. Untuk itu agar pengetahuan terkait life skill ini bisa didapatkan, bisa dilakukan dengan sekolah melalui program PIK-R ini. 

"Program ini untuk melindungi para remaja supaya punya ketahanan, di sisi lain, ini ajang untuk remaja supaya bisa mengasah dan mempersiapkan life skill-nya," terangnya. 

Menurut Bupati Ikfina, generasi muda saat ini dirasa sangat perlu dibekali life skill. Karena, hal itu tak kalah pentingnya dengan bekal pengetahuan akademis anak. Dikatakannya pula, bahwa perlu adanya pengenalan metode penyelesaian masalah atau problem solving kepada anak-anak. 

"Dengan problem solving, dia akan tau bagaimana cara menghadapi masalah dan dia juga akan tau bagaimana cara menyelesaikan. Di situlah, life skill itu berproses. Bagaimana bisa bertahan hidup, meningkatkan kualitas hidup, memaknai hidup, dan bagaimana menyiapkan diri jika kehidupan ini harus berakhir," tukasnya. 

Kepada para pembina PIK-R, Bupati Ikfina pun berharap agar terus konsisten menyampaikan pengetahuan kepada anak-anak sesuai dengan pedoman yang telah diberikan dalam setiap pelatihan-pelatihan. 

"Ini akan menjadi pekerjaan tambahan untuk anda semua, bagaimana caranya pembina PIK-R ini harus konsisten, tidak diganti-ganti, karena ini nanti akan berpengaruh terhadap proses. Kalau pembina PIK-R ini tidak jalan, maka PIK-R juga tidak akan jalan," pungkasnya. (vin)

#Bupati Mojokerto #anak-anak #Kabupaten Mojokerto