Sabtu, 3 Desember 2022

Audensi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Bupati Sumenep

Diunggah pada : 17 Mei 2022 16:41:38 64
Kaper BKKBN Jatim Audensi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Bupati Sumenep

Jatim Newsroom - Kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang terletak paling ujung timur Provinsi Jawa Timur dan memiliki banyak wilayah Kepulauan. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri  dalam pelaksanaan program Bangga Kencana di lapangan. Oleh karena itu demi terselenggaranya program Bangga Kencana yang merata ke seluruh wilayah Jatim, Kantor Wilayah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jatim mengharapkan dukungan Pemkab Sumenep terutama untuk aksi penurunan angka stunting.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati, dalam pertemuannya dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, di Pendopo Kabupaten Sumenep (Selasa, 17/05/2022) menyampaikan permohonannya untuk dukungan Bupati dalam program percepatan penurunan stunting. 

Erna menjelaskan sedikit peran program Bangga Kencana dalam aksi penurunan stunting. BKKBN memiliki data by name by adress dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) yang bisa digunakan untuk dasar aksi percepatan penurunan stunting. Namun meski begitu karena kekurangan di tenaga lapangan, sehingga membutuhkan aksi konvergensi dari Bupati Sumenep dan lintas sektor terkait. 

Lebih lanjut dikatakannya, menurut data hasil Studi Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019, prevalensi stunting di Sumenep sebesar 32%, kemudian turun di data SSGI 2021 menjadi 29%. Ia berharap di tahun 2024 untuk melakukan akselerasi penurunan stunting.

"Saya memohon dukungan pak Bupati dan bapak-Ibu kepala OPD terkait, untuk melakukan konvergensi. Harapan saya besar sekali agar Sumenep menjadi model wilayah percepatan penurunan stunting khususnya di pulau Madura ini," tuturnya.

Dalam rangkaian kunjungannya, Maria Ernawati juga menyempatkan diri untuk melakukan pembinaan kepada Penyuluh KB di wilayah Kabupaten Sumenep. Menurutnya, rasio tenaga lapangan di Kabupaten Sumenep dibanding wilayah cakupannya tidaklah berimbang, sehingga pembinaan ini perlu dilakukan untuk intervensi capaian program dengan melakukan pendekatan penguatan dan dukungan lapangan.

"Kendala capaian program di Sumenep ini memang kekurangan tenaga PKB sehingga daya ungkitnya di lapangan itu sulit. Lalu untuk capaian TPPS juga masih di angka 82%," kata Erna.

"Tugas Bapak-Ibu PKB ini kan melaksanakan program Bangga Kencana di level lapangan. Setelah Bapak-ibu ini mendapat target kinerja dari pak Kepala Dinas Kesehatan, harus segera membuat rencana kerja. Manfaatkan kader sebagai kepanjangan tangan bapak-ibu di lapangan," imbuhnya. 

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menyampaikan terima kasihnya kepada Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur dan menyampaikan komitmen Kabupaten Sumenep untuk aksi peecepatan penurunan stunting dan perbaikan indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Sumenep.

Menurutnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk memperkuat aksi baik secara internal maupun eksternal agar percepatan penurunan stunting dapat diatasi. Salah satu caranya, adalah memberikan peranan penting kepada pemerintahan desa. 

"Demi meningkatkan IPM di Sumenep, mengatasi stunting dan TBC serta mengentaskan kemiskinan dan pernikahan dini yang berakibat angka perceraian tinggi, program-program kita harus tepat sasaran semua. Oleh karena itu keakuratan data ini harus bisa kita miliki. Kita semua harus siap berjuang demi mencapai harapan kita semua," terang Achmad Fauzi.

Sementara menanggapi permintaan Kaknwil BKKBN Jatim, baik kepala Bappeda, Kepala Dinsos maupun Kepala Dispenduk Capil Sumenep sangat mendukung aksi konvergensi ini dan mengharap agar data ini juga bisa disinergikan dengan data di lapangan, baik yang dimiliki oleh tenaga PKH maupun pencatatan sipil.

"Semoga harapan-harapan ini bisa kami wujudkan bu, baik dari segi pemberdayaan maupun dari sisi pembangunan menyeluruh sampai ke 332 Desa di Sumenep", ungkap Kepala Dispendukcapil.(her/s)

#jatim #bkkbn