Rabu, 17 Juli 2024

Upacara Hari Jadi Jatim ke-78, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Pamitan

Diunggah pada : 12 Oktober 2023 16:10:48 211
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim yang digelar di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/10/2023). Foto : Rafli

Jatim Newsroom- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa berpamitan kepada masyarakat saat menjadi inspektur Upacara Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Jatim yang digelar di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/10/2023). Khofifah dan wakilnya, Emil Elestianto Dardak, pamit karena memasuki akhir kepemimpinannya, setelah hampir lima tahun menjabat.

"Bersama Wagub Jatim, Pak Emil Dardak, kami akan pamit kepada panjenengan semua warga Jatim yang luar biasa. Karena Hari Jadi ke-78 ini merupakan tahun terakhir di periode kami saat ini," ujarnya.

Gubernur mengaku sangat mencintai masyarakat Jatim, yang telah menerimanya seperti saudara. Ia pun berharap, apa yang telah dicapai dalam masa kepemimpinanya bisa memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Jatim. "Dan apa yang belum kami maksimalkan pencapaiannya, saya dan Pak Wagub mohon maaf sebesar-besarnya," kata Gubernur Khofifah.

Lebih lanjut, gubernur berharap apa yang telah dilakukan di masa kepemimpinanya, ke depan bisa terus berkelanjutan. "Mudah-mudahan seluruh sustainability dari proses pembangunan di Jatim akan terus kita jaga dan kembangkan bersama. Dirgahayu Jawa Timur, bangkit dan teruslah melaju," tegasnya.

Dia menambahkan, berbagai pencapaian dan prestasi yang telah diraih selama ini juga merupakan kinerja dari super team seluruh OPD di Pemprov Jatim. Capaian tersebut juga bisa diraih berkat kolaborasi yang baik dari berbagai elemen yang ada. "Hanya dengan kekompakan dan soliditas bersama kita dapat bangkit dan berdiri tegak menghadapi berbagai tantangan," kata gubernur.

Capaian Jatim yang dimaksud Khofifah di antaranya penurunan angka kemiskinan ekstrem. Pada 2020 kemiskinan ekstrem di Jatim berada di angka 4,40 persen. Kemudian menurun di 2021 menjadi 2,23 persen, dan pada 2022 turun lagi menjadi 1,56 persen.

"Jatim juga berhasil mengurangi ketimpangan sosial yang tercermin dari penurunan signifikan gini ratio kita. Hal ini menunjukkan hasil prestasi yang kita capai dilalui dengan jerih payah dan pengorbanan dari seluruh elemen rakyat Jatim," ujarnya.

Selain itu, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak. Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM) 2023, Jatim memiliki 2.800 desa dengan status mandiri, 3.674 desa maju, dan 1.247 desa dengan status berkembang. "Dari total 11.456 desa mandiri di Indonesia, 24,44 persen desa mandiri ada di Jatim. Terima kasih kepada para kepala desa, camat, bupati serta pendamping desa di Jatim," kata dia. (mad/hjr)

#gubernur #gubernur khofifah