Sabtu, 3 Desember 2022

Susenas 2021: Sebanyak 64,93% Pemuda Jatim Miliki Jaminan Kesehatan

Diunggah pada : 19 Juli 2022 11:41:03 176
Sumber Foto: BPS Jatim

Jatim Newsroom – Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2021, sebanyak 64,93 persen pemuda Jawa Timur sudah memiliki jaminan kesehatan. 

Persentase pemuda di perkotaan yang memiliki jaminan kesehatan lebih besar dibandingkan pemuda di perdesaan (69,02 persen berbanding 59,58 persen). Sementara itu tidak ada perbedaan yang nyata antara pemuda laki-laki dan perempuan yang memiliki jaminan kesehatan.

Hal itu tercatat dalam Laporan Statistik Pemuda Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 yang dipublikasikan di laman resmi BPS Jatim, Juli 2022. Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), Dadang Hardiwan mengatakan bahwa BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan jaminan kesehatan yang paling banyak dimiliki oleh pemuda di Jawa Timur, sebesar 55,68 persen. Sedangkan paling sedikit dimiliki oleh pemuda adalah jaminan kesehatan dari asuransi swasta, sebesar 0,79 persen. 

Jika diperhatikan menurut tipe daerah, kepemilikan BPJS Kesehatan PBI lebih mendominasi pemuda yang tinggal di perdesaan. Kepemilikan jaminan kesehatan BPJS Kesehatan PBI di perdesaan jauh lebih banyak dibandingkan di perkotaan (69,35 persen berbanding 46,68 persen). Sementara itu jaminan kesehatan BPJS Kesehatan Non PBI di perkotaan lebih besar dibandingkan di perdesaan (39,11 persen berbanding 14,43 persen).

Data juga mencatat, tidak semua pemuda Jawa Timur yang memiliki jaminan kesehatan menggunakannya untuk berobat jalan ataupun rawat inap. Hanya sebesar 47,84 persen pemuda Jawa Timur yang berobat jalan menggunakan jaminan kesehatan. 

Persentase pemuda di perkotaan yang berobat jalan menggunakan jaminan kesehatan (56,46 persen) lebih tinggi dibandingkan pemuda di perdesaan (20,52 persen). Sementara itu, sebesar 64,70 persen pemuda yang dirawat inap menggunakan jaminan kesehatan. 

Berdasarkan tipe daerah, persentase pemuda di perkotaan yang dirawat inap dengan menggunakan jaminan kesehatan (69,94 persen) lebih tinggi dibandingkan pemuda di perdesaan (56,45 persen).

Penggunaan jaminan kesehatan untuk rawat inap terlihat lebih besar dibandingkan untuk rawat jalan. Hal ini kemungkinan karena rawat inap membutuhkan biaya lebih banyak dibandingkan dengan rawat jalan, sehingga jaminan kesehatan benar-benar diperlukan untuk mendukung pembiayaan saat rawat inap. (idc/n)

 

#BPS Jatim #pemuda #jaminan kesehatan