Senin, 22 Juli 2024

Silaturahmi Peserta EKO-Tren OPOP, Gubernur Khofifah Serahkan Penghargaan dan Luncurkan Tabungan Santri

Diunggah pada : 17 Maret 2023 21:51:34 255
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat menyerahkan sertifikat produk halal pada lima Koppontren di acara silaturahmi dengan pesantren peserta EKO-Tren OPOP, di Hotel Harris Malang, Jumat (17/3/2023). Foto : Yanu / JNR x

Jatim Newsroom – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersilaturahmi dengan pesantren peserta program pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren (EKO-Tren) One Pesantren One Product (OPOP). Dalam kegiatan ini, Gubernur Khofifah menyerahkan beberapa penghargaan dan peluncuran tabungan santri bersama Bank Jatim.

Acara digelar selama dua hari, pada Kamis dan Jumat (16-17/3/2023), di Hotel Harris Malang. Kegiatan di hari pertama dilaksanakan diskusi panel dengan peserta OPOP, dan pada Jumat (17/3/2023) diselenggarakan puncak acara inagurasi secara hybrid yang diikuti 250 pesantren luring, dan 750 pesantren secara daring.

Adapun penghargaan yang diserahkan oleh Gubernur Khofifah,  yaitu sertifikat produk halal pada lima Koppontren, yakni Koppontren Nurul Faroh Lumajang, Koppontren Al Miftah Lumajang, Koppontren Al Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri, Koppontren Al Khusyu Blitar, dan Koppontren Al Amanah Sidoarjo.

Selain itu juga diserahkan Buku Profil EKO-Tren OPOP Jatim kepada pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Kota Malang Kyai Hj. M. Bisri, serta penghargaan kepada sembilan tokoh penggerak OPOP yang terdiri dari Kadiskop UMKM Jatim, Bank Indonesia KpW Jatim, Walikota Malang, Bupati Malang, Walikota Mojokerto, Bupati Jember, Bupati Ngawi, Bupati Trenggalek, ITS Surabaya.

Selanjutnya Gubernur meluncurkan  Tabungan Santri. Tabungan Santri merupakan produk tabungan Bank Jatim Syariah yang diperuntukkan bagi santri atau pengurus di lingkungan pondok pesantren. Melalui tabungan ini mereka mendapatkan fasilitas berupa kartu santri sekaligus sebagai kartu ATM yang bisa digunakan di seluruh mesin ATM Bank Jatim maupun bank lain.

Saat ini EKO-Tren OPOP terus digalakkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal itu, bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada para santri dan menjadikan pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Andromeda Qomariah, menyampaikan, dari tahun 2019 sampai saat ini program EKO-Tren OPOP telah melakukan pemberdayaan kepada 1000 pesantrenpreneur.

“Pada pilar santripreneur yang memberdayakan santri menjadi entrepreneur melalui laboratorium kewirausahaan dan vokasional skill telah membina sekitar 333.993 santri. Sedangkan, pada pilar sociopreneur yang memberdayakan usaha alumni pesantren dilaksanakan melalui sinergi dan kolaborasi dengan usaha pondok pesantren dan masyarakat telah membentuk sebanyak 1.029 sosiopreneur. Angka ini melebihi dari targetnya yaitu 1000 pesantren,” paparnya.

Disampaikan Andromeda, pada tahun 2022 EKO-Tren OPOP juga telah mendapatkan apresiasi dari KemenPAN RB sebagai Top Forty Five inovasi pelayanan publik terpuji pada kompetisi inovasi pelayanan publik.

“Alhamdulillah hal ini juga mengantarkan Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan Inovatif Government Award atau IGA 2022 kategori provinsi terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri,” ucapnya.

Andromeda menyebutkan, hingga saat ini ada 13 Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen mendukung EKO-Tren OPOP dengan membentuk Tim OPOP di masing-masing Kabupaten/Kotanya. Diantaranya, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kabupaten Gresik, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang, Kabupaten Jember, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kabupaten Malang, dan Kota Malang.

“Selain itu juga EKO-Tren OPOP Jawa Timur telah direplikasi oleh Provinsi Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pada implementasi program EKO-Tren OPOP Jawa Timur, Andromeda menjelaskan, di dalamnya telah dilakukan sinergi pentahelix yang melibatkan pemerintah, bisnis, akademisi, komunitas, dan media melalui peran masing-masing pada lima aspek fasilitasi yaitu kalembagaan ekonomi, SDM, kualitas produk, pemasaran, dan pembiayaan.

“Adapun pihak-pihak yang telah  berperan aktif, antara lain Bank Indonesia, Dewan Pengurus Syariah, Bank Jatim Syariah, PT. Pos Indonesia, UNUSA, ITS, Bapenda, Dispendik Jatim, dan Disbudpar Jatim. Semuanya memiliki peran masing-masing dalam memfasilitasi EKO-Tren OPOP sebagai bentuk dukungannya mewujudkan sinergi pentahelix mendukung program Pemprov Jatim ini,” tuturnya.

Andromeda berharap, agar program EKO-Tren OPOP Jatim ini makin memberikan kontribusi pada pemberdayaan pondok pesantren.

“Semoga EKO Tren OPOP Jawa Timur semakin berkembang dan berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi pondok pesantren serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” tuturnya.(vin/s)

#Gubernur Jawa Timur #OPOP #EKO-TREN #Silaturahmi