Selasa, 23 April 2024

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Akhiri Jabatan dengan Pantun Perpisahan

Diunggah pada : 13 Februari 2024 8:29:26 362
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak saat menerima cenderamata dari Sekdaprov Jatim Edy Karyono pada acara Silaturahmi dan Pelepasan Gubernur Jawa Timur dan Wakil Gubernur Jatim Periode 2019-2024 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/2/2024) malam. Foto: Moko Pratama

Jatim Newsroom- Pada, Senin (12/2/2024) malam yang penuh haru dan kehangatan menyelimuti Gedung Negara Grahadi Surabaya. Acara Silaturahmi dan Pelepasan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak Periode 2019-2024 menjadi panggung terakhir bagi keduanya yang mengakhiri masa jabatannya.

Dalam momen yang sarat makna itu, Gubernur Khofifah tidak hanya mengucapkan kata perpisahan secara biasa, namun dengan gaya yang khas dan penuh kesan, beliau menyampaikan empat pantun perpisahan kepada seluruh hadirin yang turut meramaikan acara tersebut.

"Bumi Majapahit terus berjaya, mari bersama kita menjaga, dalam kesempatan yang berbahagia kami pamit dan mohon doa," kata Gubernur Khofifah dengan suara yang penuh emosi namun tetap tegar.

"Pertemuan telah digariskan jadi cerita dalam kehidupan, terimakasih kami ucapkan atas ikhtiar dan pengabdian," tambahnya sambil tersenyum ke arah tamu undangan yang duduk di depannya.

Pantun ketiga, "Karena hujan tanahnya basah menjadi subur tumbuh melati, tidak ada kata berpisah selain rakyat Jawa Timur selalu dihati.

Melalui pantun-pantun tersebut, Khofifah mengingatkan semua yang hadir akan perjalanan panjangnya bersama Wagub Emil dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin Jawa Timur. Kedekatan mereka tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga persahabatan yang tumbuh subur di tengah berbagai tantangan dan rintangan.

“Terima kasih, kepada sahabat sejati, telah bersama-sama menapaki jalan berliku menuju cita-cita luhur melayani rakyat Jawa Timur dengan tulus dan ikhlas,” ujar Gubernur Khofifah, yang berdiri di samping Wagub Emil yang dipenuhi rasa hormat dan penghargaan.

Acara perpisahan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Gubernur Khofifah untuk mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Jawa Timur atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan selama kepemimpinannya. 

Ia berjanji akan tetap mendukung pembangunan daerah tersebut, meskipun tidak lagi menjabat sebagai Gubernur serta memohon doa dan restu untuk berpasangan lagi menuju periode berikutnya.

Dengan hati yang penuh haru namun juga penuh rasa syukur, Gubernur Khofifah mengakhiri pidatonya dengan pantun terakhir, "Nampak Elang terbangnya tinggi, menembus cakrawala dengan gagahnya, mohon dukungan untuk berjuang lagi membangun Jawa Timur untuk selanjutnya".

Dengan tepuk tangan hangat dari seluruh hadirin, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil mengakhiri momen perpisahan tersebut dengan penuh kebahagiaan dan haru. Mereka meninggalkan Gedung Negara Grahadi Surabaya, namun jejak kepemimpinan dan kasih sayang mereka akan tetap terpatri dalam hati seluruh rakyat Jawa Timur, sebagai cerita indah tentang persahabatan, pengabdian, dan cinta pada tanah air.

Sementara itu, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya mengatakan, hari-hari terakhir ini dirinya menyaksikan, apa yang telah dirintis dan dicita-citakan Bu Khofifah sejak berikhtiar mengemban amanah dari masyarakat Jawa Timur. Karena sudah menjadi bakat beliaunya dalam bidang kemiskinan. Hasilnya kemiskinan ekstrim di Jatim dari 4% kini turun menjadi 0,82%. Bakat lain, yakni dalam bidang pertanian, Jatim selalu tertinggi dalam produksi pangan. Serta banyak lagi telah beliau torehkan.

"Saya menyampaikan terima kasih atas seluruh dedikasi, kerja keras, kebersamaan, perjuangan dan pengorbanan semuanya. Semoga masyarakat Jawa Timur semakin berkah," katanya saat mengakhiri sambutannya perpisahan. (jal/hjr)

 

 

 

 

 

#Gubernur Jawa Timur