Selasa, 23 Juli 2024

Hari Anti Narkotika Internasional 2024

Pj. Gubernur Adhy : Pemprov Jatim Dukung Program P4GN Melalui Regulasi dan Kebijakan

Diunggah pada : 26 Juni 2024 19:25:15 78
Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono saat menyampaikan sambutannya dalam puncak peringatan HANI 2024 yang digelar BNNP Jatim, di Gedung Cak Durasim Surabaya, Rabu (26/6/2024). Foto : Moko / JNR

Jatim Newsroom - Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2024 yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim) di Gedung Cak Durasim, Surabaya, Rabu (26/6/2024). dimomen itu, Pemprov Jatim hadir dengan berbagai regulasi untuk mendukung program BNN yakni Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). 

"Hari Anti Narkotika Internasional ini kembali me-review keprihatinan kita, Jatim tadi disampaikan ranking dua penyalahgunaan narkoba. Sehingga, itu menjadi trigger buat kita, bahwa ancaman itu ada di depan mata, oleh karena itu dengan regulasi yang ada, Perda, Pergub, Surat Keputusan Gubernur, dan juga tentu semua pedoman yang bisa dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba, kita akan lakukan," ujar Pj. Gubernur Adhy, saat ditemui usai acara. 

Mendukung upaya P4GN, Adhy mengungkapkan, Pemprov Jatim dimulai dari pencegahan, penyuluhan, dan sinergi bersama antar perangkat daerah terkait. "Tidak mungkin BNNP sendiri, maka kita mengajak seluruh lapisan, mitra, stakeholder bersama-sama melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, dan untuk menyelamatkan generasi kita yang terkena narkoba," ungkap Adhy.

Dengan peringatan HANI 2024 ini, Adhy menuturkan, pihaknya merasa kembali digugah memiliki rasa kepedulian dan menjaga bangsa dari narkoba. Menurutnya, narkoba adalah musuh bersama, baik di global atau nasional. "Bahkan di Jawa Timur tentu kita prihatin, apalagi tadi Kepala BNN menyatakan Jawa Timur peringkatnya nomor 2. Maka, kita bertekad ya, rankingnya kita turunkan, hingga ranking paling bawah," tutur Adhy. 

Adhy menilai, ancama narkoba ini merupakan tantangan sosial, budaya, dan pembangunan. Oleh karena itu, Ia mengatakan, untuk mengatasi tantangan tersebut Pemprov Jatim harus bersinergi bersama BNNP Jatim untuk menangani penyalahgunaan narkoba. "Maka yang kita lakukan adalah bagaimana mengadopsi pendekatan berbasis bukti ilmiah yang memusatkan pada pencegahan dan pengobatan. Hal ini harus terintegrasi dari semua stakeholder yang ada baik pemerintah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, daerah, masyarakat, organisasi," tukasnya. 

Peringatan HANI 2024 ini yang diperingati setiap 26 Juni ini, Adhy menyampaikan, bertujuan untuk memperkuat aksi dan kerjasmaa dalam mencapai dunka yang bebas dari penyalahgunaan narkoba. "Bersama-sama mari kita tingkatkan upaya untuk memerangi masalah narkoba, berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, kasih sayang dan solidaritas. Dimana hal ini juga sesuai dengan kebijakan kampanye hari narkoba sedunia tahun ini," kata Adhy.

Hal ini sejalan dengan tema HANI 2024 yang diambil BNN RI yakni 'Masyarakat Bergerak, Bersama Melawan Narkoba Mewujudkan Indonesia Bersinar' yang bermaksud mengajak seluruh komponen pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk saling bekerja sama dan bersatu dalam war on drugs atau perang melawan narkoba sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing untuk mewujudkan Jawa Timur Bersih Narkoba.

Pj. Gubernur Jatim, Adhy Karyono (tengah) saat berpose setelah mengenakan gelang narkoba dalam puncak peringatan HANI 2024 yang digelar BNNP Jatim, di Gedung Cak Durasim Surabaya, Rabu (26/6/2024). Foto : Moko / JNR

Adhy memaparkan, adapun upaya Pemprov Jatim dalam pencegahan dan penanggulanan narkoba yaitu dengan memberlakukan beberapa kebijakan. "Diantaranya, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2022 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Selain itu, Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 49 Tahun 2023 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2022," paparnya.

Selanjutnya, Adhy membeberkan, Pemprov Jatim juga mempunyai Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Provinsi Jawa Timur, yang disahkan melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/107/KPTS/013/2022 tentang Tim Terpadu Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Provinsi Jawa Timur. 

"Tim ini bertugas menyusun rencana aksi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba Provinsi Jawa Timur serta mengoordinasikan, mengarahkan, mengendalikan, mengawasi pelaksanaan fasilitasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Setelah peringatan HANI 2024 ini, Adhy mengajak, untuk selalu guyub rukun bersama melakukan aksi pencegahan penyalah gunaan narkoba. "Mari bergerak bersama masyarakat melawan narkoba untuk mewujudkan Indonesia bersinar atau Bersih Narkoba. Semoga Allah SWT bisa melimpahkan rahmat kepada kita semua, sehingga Indonesia, khususnya Jawa Timur benar-benar sehat, bersih dari ancaman narkotika secara keseluruhan, Jawa Timur sangat sadar lawan narkoba," pungkasnya. 

Diketahui, acara peringatan HANI 2024 yang digelar BNNP Jatim ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Jawa Timur (Forkopimda Jatim), Kepala BNNP Jatim Mohamad Aris Purnomo, Rektor UNESA, Wakil Bupati Sumenep, Rektor UWK Surabaya, dan perwakilan siswa dan mahasiswa.

Dalam rangkaian acara peringatan HANI 2024 bertajuk, 'Mengajak Masyarakat untuk Bergerak Bersama Mewujudkan Indonesia Bersinar' ini, Kepala BNNP Jatim menyerahkan beberapa penghargaan P4GN, dan Pj. Gubernur Jatim bersama Forkopimda Jatim dan perwakilan siswa maupun mahasiswa melakukan deklarasi anti narkotika Jawa Timur agar Bersinar (Bersih Narkoba), disambung dengan pemakaian gelang anti narkoba dengan mengucapkan tagline 'Jatim Sangar' (Sadar Ngelawan Narkoba). (vin/hjr).

#pemprov jatim #Pj. Gubernur Jawa Timur #BNNP Jatim #Hari Anti narkotika Internasional #HANI 2024 #P4GN