Kamis, 18 Juli 2024

Permintaan Domestik Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Diunggah pada : 24 Agustus 2023 14:37:49 240
Ilustrasi

Jatim Newsroom- Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2023 tercatat sebesar 5,17% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Sumber pertumbuhan terutama dari kuatnya permintaan domestik sejalan dengan kenaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan pemerintah serta peningkatan investasi, di tengah kinerja ekspor yang menurun karena melemahnya perekonomian dan harga komoditas dunia.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, Kamis (24/8/2023) mengatakan,  berdasarkan Lapangan Usaha (LU), seluruh sektor mencatat pertumbuhan positif dengan pertumbuhan yang tinggi tercatat pada sektor jasa, seperti Transportasi dan Pergudangan, Akomodasi dan Makan Minum, serta Perdagangan Besar dan Eceran.  Secara spasial, pertumbuhan sebagian besar wilayah meningkat dengan pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah Sulawesi-Maluku-Papua.

Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan III 2023 tetap baik, sebagaimana tecermin pada perkembangan penjualan eceran, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur, dan ekspektasi penghasilan. Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2023 diprakirakan tetap berada dalam kisaran proyeksi 4,5-5,3%. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan.

Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Tetap Terjaga

Pada triwulan II 2023, defisit transaksi berjalan tercatat rendah, meskipun saat bersamaan harga komoditas menurun dan ekonomi global melambat serta permintaan domestik meningkat. Sementara itu, defisit transaksi modal dan finansial terkendali di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan terkini triwulan III 2023 menunjukkan neraca perdagangan kembali surplus pada Juli 2023 sebesar 1,3 miliar dolar AS.

Aliran modal asing ke pasar keuangan domestik berlanjut dengan investasi portofolio hingga 22 Agustus 2023 (qtd) tercatat net inflows sebesar 0,2 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa akhir Juli tercatat tetap tinggi sebesar 137,7 miliar dolar AS, atau setara pembiayaan 6,2 bulan impor atau pembiayaan 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Ke depan, NPI pada 2023 diprakirakan tetap baik dengan transaksi berjalan terjaga dalam kisaran surplus 0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan juga terjaga, ditopang oleh aliran masuk modal asing dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) dan investasi portofolio, sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional. (jal/hjr)

#bankindonesia