Kamis, 18 Juli 2024

Pacu Penurunan Stunting, Pemkab Mojokerto Bina Kader Keluarga Berencana Desa

Diunggah pada : 16 Februari 2023 13:57:30 55
Sumber Foto: Diskominfo Kabupaten Mojokerto

Jatim Newsroom – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus memacu penurunan stunting di Bumi Majapahit. Kali ini Pemkab Mojokerto membina sedikitnya 129 Kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Sub PPKBD se-Kecamatan Jetis, Rabu (15/2/2023). 

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati menerangkan, salah satu penyebab kasus stunting adalah adanya pernikahan dini atau pasangan usia subur terlalu muda. Maka, Ia mengimbau seluruh kader PPKBD dan Sub PPKBD untuk menanggulangi pernikahan usia dini dengan mengajak para remaja mengikuti berbagai kegiatan.

Ikfina menjelaskan, data dari Menteri Kesehatan menunjukkan 23 persen balita stunting di Indonesia dengan rentang usia 0-5 bulan. Ia juga menilai, salah satu penyebab utama balita stunting pada usia 0-5 bulan yakni calon ibu yang kurang gizi dan masih belum dewasa serta ibu mengandung di atas umur 35 tahun.

"Termasuk juga terlalu banyak anak dan jarak antara anak satu dengan yang lainnya berdekatan," ujarnya sebagaimana dipublikasikan dalam laman resmi Dinas Kominfo Kabupaten Mojokerto. 

Lanjut Ikfina terkait masalah stunting di Indonesia, terdapat 21 persen balita mengalami stunting pada usia 6-11 bulan, serta untuk usia 1-2 tahun balita yang mengalami stunting mencapai 37 persen.

"Ini yang harus diperhatikan, bayi baru lahir dengan ibu-ibu yang berisiko tinggi kurang gizi, kemudian bayi usia 6 bulan ke atas mulai mendapatkan pendamping ASI dan juga bayi yang sudah mulai berjalan satu tahun ke atas yang sudah mulai terekspos dengan berbagai penyakit, nah ini tantangannya di sini," terangnya.

Bupati Ikfina juga mengimbau, ada beberapa faktor sebelum balita mengalami stunting yakni weight faltering atau kenaikan berat badan yang tidak cukup, underweight atau kekurangan berat badan, gizi kurang, dan gizi buruk.

"Jadi kalau didapatkan anaknya nambahnya kurang atau berat badannya tetap itu harus waspada, itu namanya weight faltering, dan harus diberikan pemberian makanan tambahan kaya protein hewani, seperti ayam,telur, daging, dan ikan selama 14 hari. Kalau gizi kurang dapat diberikan makanan kaya protein hewani selama 3 bulan dan kalau sudah gizi buruk sudah ditangani oleh teman-teman di puskesmas," tegasnya. (idc/n)

#stunting #Bupati Mojokerto #keluarga berencana