Selasa, 29 November 2022

Jelang Kejurnas Piala Presiden 2022, Gubernur Khofifah Terima Atlet Wushu dari 21 Provinsi

Diunggah pada : 16 September 2022 20:11:37 71
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat bertemu atlet nasional Wushu dari 21 provinsi di Indonesia yang berlaga memperebutkan piala presiden 2022. (Hen)

Jatim Newsroom – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan perwakilan atlet wushu dari 21 provinsi Indonesia yang akan mengikuti kejuaran nasional (Kejurnas) memperebutkan piala Presiden 2022 di Gedung Negara Grahadi, Jumat (16/9/2022).

Piala Presiden 2022 ini digelar 16 – 22 September 2022 digraha Unesa yang diikuti 652 atlet. Hadir dalam pertemuan di Grahadi Bapak Wushu Nasional, I.G.K Manila,  Ketua Umum Pengprov Wushu Jatim Soedomo Mergonoto. Sementara itu OPD yang hadir yaitu Dinas Komunikasi dan Informatika, Biro Kesra Jatim.

“Selamat datang di Bumi Majapahit, bumi yang melahirkan Bhineka Tunggal Ika, bumi yang mengenalkan kata Nusantara, dan Saya bersama Pak Sekdprov, Dinas Kominfo, serta Biro Kesos menyambut kedatangan dengan suka cita para atlet wushu di Jatim, ” ucap gubernur.

“Dengan sambutan semangat  yang suka cita ini, selamat bertanding para atlet wushu. saya berpesan kepada Ketua Umum Pengprov Wushu Jatim, agar bisa membawa Jatim menjadi juara umum di piala Presiden 2022,” pintanya.

Sementara Ketua Umum Pengprov Wushu Jatim, Soedomo Mergonoto mengatakan Pengurus Provinsi (Pengprov) Wushu Indonesia Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Wushu Piala Presiden 2022. Perhelatan tersebut diikuti oleh 456 atlet dari 21 provinsi. Kejuaraan itu juga disatukan dengan Final Stage Sirkuit Nasional (Series) Taolu Junior dan Jatim Open Wushu Championship 2022 yang diikuti        196 atlet dari  35  sasana. Total,  652 atlet bakal          berlaga di graha Unesa.

Kejuaraan itu menghadirkan nomor-nomor  yang  lazim dipertandingkan              di kejuaraan tingkat dunia, yakni Taolu, Sanda, plus      KungFu. Istilah nomor KungFu tersebut menggantikan istilah Nomor Tradisional  yang selama ini dipakai dalam kejuaraan. Itu mengacu pada keputusan Pengurus Besar Wushu  Indonesia. (pca/hjr)

 

#gubernur khofifah