Selasa, 31 Januari 2023

Gubernur Khofifah Lepas Keberangkatan Transmigran Asal Jatim ke Pulau Sulawesi

Diunggah pada : 17 Oktober 2022 19:55:30 74
Mendes PDTT, Abdul Halim Iskandar (peci hitam) dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memangku anak - anak dalam acara Pelepasan Tranmigran Asal Jawa Timur di Grahadi, Senin (17/10/2022) sore. Foto: Herlambang JNR.

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, melepas keberangkatan Transmigran asal Jawa Timur menuju ke 3 Provinsi di Pulau Sulawesi. Kegiatan pelepasan diadakan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/10/2022) sore.

Kepada seluruh transmigran, Gubernur Khofifah berpesan agar selama di tempat baru untuk senantiasa menjaga keguyuban dengan masyarakat setempat juga menjalin komunikasi dengan sesama warga asal Jawa Timur. Gubernr juga mengimbau para transmigran agar menghidupkan nuansa Jawa Timuran melalui kesenian - budaya, seperti reyog, tari-tarian, gamelan dan kesenian lainnya. 

"Setiap kali misi dagang Jatim ke beberapa pulau di Indonesia, saya selalu bertemu dengan warga Jatim yang merantau di pulau setempat. Dan sebagian besar mereka masih memiliki kultur Jawa Timuran yang terjaga. Hal yang menjadi perekat mereka adalah budaya dan kesenian, seperti Reog. Mungkin pada saat di Jatim mereka tidak pernah membayangkan akan menyukai Reog, namun di pulau tempat merantau justru berbagai atraksi budaya tersebut menjadi kebutuhan," terang Gubernur Khofifah.

Gubernur menyampaikan, bahwa warga asal Jawa Timur yang menjadi transmigran sebenarnya sedang merawat Indonesia. Mereka akan melakukan berbagai tugas ekonomi sosial budaya. Apa yang dilakukan transmigran asal Jatim ini akan menjadi referensi bagi kemajuan di daerah baru. Apalagi sebagian besar para transmigran berusia produktif, sehingga bisa memberikan harapan kehidupan baru yang sukses.

"Doa kami semoga panjenengan semua diberikan kesehatan oleh Allah Subhana Wa Ta'ala. Juga diberikan kekuatan, kekompakan, kemudahan melanjutkan kehidupan yang lebih baik, dibukakan pintu rizki, dan mudah-mudahan semuanya sehat sukses, manfaat, barokah," tutur Gubernur.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov Jatim, Himawan Estu Bagijo dalam laporannya mengatakan ada 121 jiwa dari 37 Kepala Keluarga dari Jawa Timur yang menjadi transmigran dengan tujuan daerah :

  1. UPT Lemban Tongoa Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 7 KK (27 jiwa) dengan rincian dari Kabupaten bojonegoro 1 KK (3 jiwa), Kabupaten Mojokerto 3 KK (10 jiwa) Kabupaten Malang 1 KK (7 jiwa), Kabupaten Banyuwangi 2 KK (7 jiwa).
  2. UPT Raimuna Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 11 KK (37 jiwa) dengan rincian Kabupaten Jombang 3 KK (14 jiwa), Kabupaten Nganjuk 1 KK (4 jiwa), Kabupaten Blitar 2 KK (5 jiwa), Kabupaten Trenggalek 2 KK (4 jiwa), Kabupaten Kediri 3 KK (10 jiwa).
  3. UPT Watutinawu Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 9 KK (29 jiwa) dengan rincian Kabupaten Tuban 3 KK (11 jiwa), Kabupaten Pamekasan 6 KK (18 jiwa).
  4. UPT Mahalona SKPC .1 Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 10 KK (28 jiwa) dengan rincian : Kabupaten Trenggalek 5 KK (14 jiwa), Kabupaten Magetan 5 KK (14 jiwa).

"Acara pelepasan ini memberikan penghormatan kepada transmigran yang akan berpindah dan menetap dari Jawa Timur menuju tanah harapan (lokasi transmigrasi) dalam rangka mendapatkan peluang kerja dan usaha untuk meningkatkan taraf hidup," kata Kadisnakertrans Jatim. (pno/s)

#Disnakertrans Jatim #Transmigran Jatim