Kamis, 18 Juli 2024

Gubernur Khofifah Dorong Peran Perguruan Tinggi Sebagai Intelectual Capital

Diunggah pada : 2 Februari 2024 22:24:00 38
Gubernur Khofifah saat menghadiri Wisuda ke-109 Sarjana dan Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya di Graha UNESA Surabaya, Kamisn(1/2/2024). Foto; dok.humasjatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan peran strategis perguruan tinggi sebagai Intellectual Capital dalam persiapan menyambut Indonesia Emas 2045. Dalam upaya mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, Gubernur mendorong agar setiap perguruan tinggi menjadi pusat lahirnya inovasi melalui keunggulan Sumber Daya Manusia yang dimilikinya.

“Jika kita sering menyoroti pentingnya Social Capital, maka peran luar biasa dari Intellectual Capital menjadi sangat krusial dalam menghadapi Indonesia Emas 2045, terutama dalam membentuk SDM yang unggul dan berkualitas,” ungkap Gubernur Khofifah saat menghadiri Wisuda ke-109 Sarjana dan Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya di Graha UNESA Surabaya, Kamisn(1/2/2024).

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pembangunan SDM merupakan hal yang sangat penting, menjadi pilar utama dalam pembangunan Indonesia sesuai dengan visi Indonesia 2045. Oleh karena itu, peran perguruan tinggi sebagai Intellectual Capital memiliki peran kunci dalam membentuk SDM yang tidak hanya kompeten dan unggul, tetapi juga memiliki daya saing tinggi.

“Kita perlu terus mendorong bagaimana menciptakan SDM unggul Indonesia, di mana perguruan tinggi harus menjadi sumber inovasi yang berkelanjutan. Kita perlu mencari format terbaik untuk melahirkan inovasi, karena ketika inovasi lahir, manfaatnya akan semakin besar,” tambahnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan pentingnya daya saing Indonesia dalam ranah internasional. Berdasarkan data Global Competitiveness Index ASEAN 2023, Indonesia berada di peringkat 34, sedangkan Singapura berada di peringkat 4, Malaysia 27, dan Thailand 30. Selain itu, data Global Innovation Index 2023 menempatkan Indonesia di peringkat 61, jauh dari Singapura (5) dan Malaysia (36).

Dalam konteks Global Talent Competitiveness Index 2023, Indonesia menempati peringkat 80, sementara Singapura berada di peringkat kedua. Gubernur Khofifah menyatakan bahwa ini merupakan tantangan bersama untuk terus meningkatkan daya saing dan inovasi.

“Perguruan Tinggi harus menjadi pusat dari semua inovasi, dan tugas Litbang Perguruan Tinggi adalah memastikan bahwa inovasi-inovasi tersebut dapat mengakar dan memberikan dampak positif,” jelas Khofifah.

Gubernur Khofifah juga mencatat keunggulan iklim pendidikan di Jawa Timur, dengan jumlah mahasiswa baru pada tahun 2023 yang menjadi yang tertinggi secara nasional. Dengan 345.600 mahasiswa atau 13,76% dari total mahasiswa di Indonesia, ini menunjukkan kepercayaan tinggi masyarakat terhadap lembaga pendidikan di Jawa Timur.

Selain itu, upaya peningkatan peran perguruan tinggi sebagai Intellectual Capital sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan SDM Unggul Indonesia melalui lima basis, termasuk pendidikan karakter, deregulasi, peningkatan investasi dan inovasi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta pemberdayaan teknologi.

Gubernur Khofifah berharap upaya ini dapat terus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur, yang pada tahun 2023 mencapai 74,65, melampaui IPM nasional sebesar 74,39.

Gubernur Khofifah mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan, berharap agar mereka tidak hanya sukses dalam karirnya tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh dengan baik.

“Alhamdulillah, tingkat pengangguran terbuka di Jawa Timur selalu lebih rendah dari nasional dalam lima tahun terakhir. Ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan kita telah berhasil menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

“Selamat kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi Unesa yang diwisuda. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan keberkahan,” pungkas Gubernur Khofifah.

#Khofifah Indar Parawansa #Gubernur Jawa Timur