Selasa, 21 Mei 2024

Gubernur Khofifah Buka Pertemuan Inklusi Nasional ke 5 di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Situbondo

Diunggah pada : 1 Agustus 2023 19:38:22 143
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menerima rekomendasi hasil temu inklusi Nasional ke lima yang diselenggarakan di Ponpes Salafiyah Syafiiyah Situbondo. (Vicky)

Jatim Newsroom – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membuka kegiatan temu inklusi nasional ke 5  di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Kabupaten Situbondo, Selasa (1/8/2023)

Dimana, temu inklusi ke 5 di Kabupaten Situbondo ini diikuti kurang lebih 600 peserta penyandang disabilitas  yang berasal dari seluruh Provinsi Indonesia yang diselenggarakan selama tiga hari mulai 31 Juli – 2 Agustus 2023.

“Selamat datang dan terima kasih telah menyelenggarakan kegiatan temu inklusi di kabupten Situbondo. Dan ini membuktikan komitmen pemerintah kabupaten Situbondo dan pesantren Salafiyah Syafi’iyah telah peduli dan ramah terhadap penyandang disabilitas,”kata Gubernur Khofifah saat dihadapan peserta Temu Inklusi Nasional ke 5.

Dalam pertemuan Inklusi ke 5, Gubernur Khofifah menyampaikan pemerintah provinsi Jatim selalu mendukung program untuk para disabilitas di Jatim. Diantarnya setiap ada event besar yang diadakan pemprov Jatim selalu diutamakan para disabilitas untuk mempamerkan produk – produk hasil para disabilitas. Kemudian Pemprov Jatim memiliki perda bagi penyandang disabilitas.

Bahkan, saat ini Pemprov Jatim memiliki enam Unit Pelayanan Teknis  (UPT) yang bertugas melakukan penguatan kemampuan bagi penyandang disabilitas.

"Kami terus membangun strong partnership untuk memberikan lebih detail kebutuhan teknis dari para difabel," ujarnya.

Kepada para peserta, Gubernur Khofifah menegaskan komitmen terhadap kesamaan hak dan peluang bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap pertemuan tersebut dapat menguatkan nilai-nilai inklusi terus dikembangkan di Indonesia yang memiliki keragaman budaya, suku bangsa, agama, bahasa, kondisi geografis, ekonomi, serta fisik, mental, dan intelektual.

"Inklusifitas merupakan salah satu isu yang menjadi fokus saya sejak menjabat sebagai Pimpinan Komisi VIII DPR RI dulu. Kala itu saya ikut membahas perumusan undang-undang tentang penyandang cacat," kata Khofifah.

Khofifah juga menceritakan ketika menjabat sebagai Menteri Sosial RI yang menjadi leading sector Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Bagaimana Undang Undang tentang Penyandang Disabilitas itu telah mengubah paradigma charity menjadi human rights terhadap para difabel. "Paradigma belas kasih, bantuan, dan iba, berubah menjadi hak asasi manusia. Bahwa kita semua setara dan memiliki hak dan peluang yang sama dalam segala sektor di negeri ini," ucapnya.

Ia menegaskan semua warga harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi manusia yang berdaya dan berperan dalam ekonomi, sosial, politik, budaya, dan aspek kehidupan lainnya. "Temu inklusi ini menjadi kegiatan penting untuk mengingatkan kita bahwa ada bagian dari masyarakat yang masih harus didorong untuk terwujudnya kesetaraan perlakuan bagi mereka,"tegasnya

Dalam pertemuan inklusi ke 5 tersebut juga disampaikan 11 rekomendasi untuk presiden Joko Widodo yang diterima oleh Gubernur Jatim, Khofifah. “Untuk rekomendasi dari para disabilitas dipertemuan Inklusi ke 5 di Situbondo Pemerintah Provinsi Jatim siap untuk menyampaikan ke Presiden Jokowi,”katanya.

Bupati Situbondo, Karna Suswandi, mengapresiasi Temu Inklusi Nasional ke-5 yang berlangsung di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah. “Tentu saya sangat berbangga dan sangat mengapresiasi atas dilaksanakannya Temu Inklusi Nasional di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo," kata pimpinan daerah yang akrab disapa bung Karna. (Pca/hjr)

#Khofifah Indar Parawansa #gubernur khofifah