Senin, 15 Juli 2024

Gubernur Jatim Dorong OPOP Perkuat Potensi dan Akses Lewat Digital Innovation

Diunggah pada : 11 November 2023 1:04:54 59
Foto: dok.HumasJatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong OPOP terus memperkuat dan mengembangkan potensinya salah satunya lewat _digital innovation_. Hal ini karena pesantren memiliki potensi luar biasa, baik yang dimiliki santrinya, pesantrennya, maupun alumninya.

"OPOP ini potensinya luar biasa. Mari bersama kita kuatkan lagi, kita kembangkan lagi di sisi mana yang belum kita gali. Ada kekuatan yang dimiliki pesantren yang harus ada _improvement_ lebih kuat lagi," tegasnya melalui rilisnya, Jumat (10/11/2023).

Khofifah mengatakan, salah satu potensi yang bisa dikembangkan OPOP lewat inovasi digital adalah dengan memiliki divisi di bidang coding/pemrograman. Menurutnya, hal ini didukung dengan banyaknya _hafidz hafidzah_ yang ada di pesantren.

"Hafidz hafidzah ini merupakan para penghafal Al Qur'an. Dan mereka memiliki kemampuan menyimpan memori sangat luar biasa. Bila mereka ditraining dengan ilmu coding, maka mereka akan menjadi ahli di bidang tersebut," jelasnya.

Tidak hanya itu, pengembangan inovasi OPOP juga akan didukung dengan ekosistem pendidikan di Jatim. Dimana, dua perguruan tinggi terkemuka dari luar negeri yakni King's College London (KCL) dan Western Sydney University (WSU) akan membuka kampusnya di Jatim.

Mulai September 2024 di KEK Singhasari, KCL akan membuka program studi Digital Economy, dan dilanjutkan prodi Digital Future di Januari 2025. Sementara, WSU juga akan membuka program perkuliahan pada September 2024. Dimana WSU akan membuka beberapa prodi terkait _digital innovation_. Kampus WSU tahap pertama ini akan berlokasi di Pakuwon Tower Surabaya.

"Mari kita manfaatkan dua perguruan tinggi internasional ini. Satunya yakni WSU di bidang _digital innovation_ dan satunya lagi KCL di bidang _digital future_," terangnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, keberadaan OPOP menjadi upaya memberseiringkan antara _dakwah bil mal_ dan _jihad bil mal_. Dimana tiga pilar OPOP yakni _santripreneur, pesantrenpreneur, dan sosiopreneur_ menjadi satu kesatauan yang bisa mengantarkan keberdayaan ekonomi dan menguatkan _dakwah bil mal_ dan _jihad bil mal._ program ini berseiring dengan program penurunan pengangguran dan peningkatan kesejahteraan.

"Kita bangun penguatan dengan sinergitas bersama, bahwa ekosistem OPOP bisa mengantarkan kemandirian dan keberdayaan ekonomi. Baik pesantren, santri, maupun alumninya. Bila tiga pilar ini kita kuatkan, maka _dakwah bil mal_ dan _jihad bil mal_ bisa kita kuatkan pula," katanya.

Khofifah juga berpesan kepada seluruh peserta OPOP untuk tidak mudah menyerah dan berkecil hati dalam mencari peluang. Baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Bukan tanpa alasan, ia pun bercerita pernah melepas ekspor produk Desa Devisa yakni rumput laut dari Sidoarjo ke Australia dengan nominal  Rp. 150 juta. Namun ia yakin produk ini memiliki potensi yang cukup besar ke depannya.

Kedepan, Gubernur Khofifah berharap ada pelatihan peningkatan skill bagi para pelaku OPOP. Terutama kelas pelatihan dalam meningkatkan skill manajerial, leadership, digital IT,  financial support dan lain lain.(red)

#Khofifah Indar Parawansa #Gubernur Jawa Timur #OPOP