Minggu, 5 Februari 2023

BPS Kota Surabaya Sosialisasikan Regsosek 2022

Diunggah pada : 19 Oktober 2022 16:49:18 230
Kepala BPS Kota Surabaya Agus Budi Santoso (Tengah) didampingi Lilik Hariyanti (kiri) saat menunjukan kelengkapan petugas Regsosek 2022 kepada para wartawan

Jatim Newsroom - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya menggelar media Gathering dan sosialisasi pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 kepada awak media di kantor BPS Surabaya, Rabu (19/10/2022).

Pada Regsosek kali ini BPS Kota Surabaya telah mengerahkan 4.977 orang petugas tersebar di 31 wilayah Kecamatan, 154 Kelurahan dan 9.474 SLS  untuk pendataan awal Regsosek. Data tersebut ditargetkan dapat diselesaikan dalam jangka waktu satu bulan.

Kepala BPS Kota Surabaya, Agus Budi Santoso, mengungkan bahwa pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) ini langkah awal dalam mewujudkan satu data progam perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Disampaikannya bahwa, pendataan awal Regsosek serentak se-Indonesia sudah dimulai sejak 15 Oktober 2022 dan  akan berakhir pada14 November 2022. Rencananya transformasi data itu akan dipakai sebagai satu-satunya rujukan Pemerintah dalam mengintervensi perlindungan sosial juga pemberdayaan masyarakat.

“Data terakhir proyeksi penduduk kota Surabaya pada tahun 2020 menurut jenis kelamin laki-laki 1.435 .153 orang, perempuan 1.469.598 orang Jumlah  total  2 904 751 orang. dari jumlah tersebut sebesar 5 persen di antaranya tergolong sebagai masyarakat miskin. Meski selama ini data itu sudah ada, namun belum sempurna. Kami harapkan Regsosek mampu mencakup keseluruhan penduduk tanpa ada yang tertinggal,” ujarnya.

Menurut Agus tujuan dari Pendataan Awal Regsosek adalah untuk menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependudukan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan.

"Regsosek mencakup informasi kondisi sosial ekonomi yang meliputi sebagai berikut:  Kondisi sosial-ekonomi, demografis; kondisi perumahan dan sanitasi air bersih; Kepemilikan aset; kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus; Informasi geospasial; Tingkat kesejahteraan; dan Informasi sosial ekonomi lainnya," ujar Agus

Agus berharap masyarakat menerima kedatangan petugas Regsosek di rumah serta menjawab pertanyaan dengan benar dan jujur. Karena hasil regsosek sangat dibutuhkan untuk menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

“Regsosek kali ini tidak boleh ada yang tidak terdata. InsyaAllah hasilnya akan dirilis jelang akhir tahun 2022 ini,” kata Agus.

Untuk itu sekali lagi Agus meminta kepada masyarakat menerima kedatangan petugas yang telah dibekali surat tugas serta name tag barcode.

“Petugas regsosek yang bertugas telah dilengkapi identitas name tag barcode, foto petugas, dan membawa tas dan surat tugas bertandatangan Kepala BPS,” kata Agus.

Humas BPS Kota Surabaya, Lilik Hariyanti menambahkan, dengan digelarnya pendataan awal Regsosek ini bukan hanya untuk mencari data masyarakat miskin atau yang belum bekerja saja.

“Tapi untuk menghasilkan data terpadu yang tidak hanya untuk program perlindungan sosial melainkan keseluruhan program yang dibutuhkan masyarakat untuk kebijakan pemerintah yang lebih terarah,” ungkapnya.

 "Pendataan awal Regsosek ini juga untuk menangkap dinamika perubahan terhadap masyarakat, peningkatan pelayanan publik, atau sebagai data rujukan untuk integrasi program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat," pungkas Lilik (Aud)

#BPS