Sabtu, 3 Desember 2022

Bank Indonesia Kembali Gelar Festival Ekonomi Syariah Jawa 2022

Diunggah pada : 7 September 2022 14:39:30 326
Deputi Kepala BI Jatim Rizki Ernadi Wimanda, Rabu (7/9/2022) saat memberikan penjelasan dalam konferensi press via zoom.

Jatim Newsroom- Bank Indonesia kembali menggelar Festival Ekonomi Syariah (FESyar) sebagai satu rangkaian kegiatan menuju perhelatan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), sebuah event ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan FESyar merupakan bentuk dukungan Bank Indonesia terhadap visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi & keuangan syariah dunia.

Deputi Kepala BI Jatim Rizki Ernadi Wimanda, Rabu (7/9/2022) mengatakan, untuk regional Jawa, FESyar 2021 akan diselenggarakan mulai tanggal 8 sampai 10 September 2022 secara virtual dan juga pameran fisik di Tunjungan Plaza Surabaya.

Rangkaian kegiatan FESyar Jawa 2022 terdiri dari Sharia Forum, yang menampilkan beragam kegiatan FESyar Jawa mulai dari Opening Ceremony, Seminar, Talkshow yang melibatkan tokoh-tokoh penggiat ekonomi syariah Indonesia. FESyar Jawa 2022 juga menghadirkan Sharia Fair yang menampilkan galeri fisik karya kreatif UMKM di kawasan Jawa, mulai dari Halal Food, Fashion, serta berbagai capaian perkembangan ekonomi syariah Indonesia yang ditampilkan oleh para penggiat ekonomi syariah Indonesia. 

Sharia Fair FESyar Jawa 2022 juga memberikan kesempatan bagi para peluka usaha untuk mengikuti kegiatan Business Matching meeting dengan para UMKM dan pelaku usaha.

Rencananya gelaran Fesyar Jawa 2022 terdapat tiga tema besar yang akan digaungkan, yakni inklusi ekonomi, halal dan green lifestyle, dan ekonomi digital. Pada Fesyar tahun ini juga akan fokus pada tujuan utama yakni hilirisasi UMKM, inkubasi dan berujung pada ekspor.

Dalam rangkaiannya akan terdapat sejumlah kegiatan mulai opening ceremony, tabligh akbar, forum ekonomi Syariah melalui business matching dan coaching, talkshow maupun seminar, serta  showcase UMKM se-Jatim secara offline dan online.

Diketahui, posisi Indonesia dalam ekonomi syariah global saat ini sudah masuk dalam 10 besar dengan beberapa indikator, di antaranya halal food sudah berada diurutan ke-2 setelah Malaysia, islamic finance berada di urutan ke-6, muslim fesyen diurutan ke-3, dan sektor farmasi dan kosmetik diurutan ke 9. Sedangkan untuk sektor muslim friendly travel serta media dan rekreasi, Indonesia masih belum masuk dalam 10 besar ekonomi syariah global.

Fesyar tahun ini mengusung tema ‘Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Jawa untuk Memperkuat Pemulihan Ekonomi Jawa yang Inklusif’ ini ditargetkan bisa tumbuh sekitar 10 persen, baik dalam transaksi penjualan maupun jumlah kunjungan. “Pada Fesyar tahun lalu yang digelar secara hybrid atau hanya sekitar 50 persen offline itu mampu mencapai transaksi sebesar Rp 1,4 miliar lebih. Harapannya tahun ini bisa tumbuh 10 persen, dan untuk transaksi business matching ditargetkan bisa tercapai Rp 6 miliar - Rp7 miliar,” jelasnya.

BI sendiri memiliki target ekonomi syariah yang ingin dicapai, yakni secara kualitatif diharapkan terjadi ekspansi pasar produk UMKM di dalam dan luar negeri, dan UMKM terus berinovasi di era new normal, UMKM juga bisa naik kelas melalui program on-borading pelatihan sertifikasi halal, kurasi, dan business matching, serta ada penguatan kelembagaan. (jal/hjr)

 

 

#bankindonesia