Senin, 22 Juli 2024

Tingkatkan Keamanan Informasi, BSSN Bersama Diskominfo Jatim Gelar Sosialisasi Kontra Penginderaan

Diunggah pada : 7 Maret 2023 15:30:49 392
Sandiman Ahli Madya Direktorat Operasi Sandi BSSN, Cholilah saat menyosialisasikan meterinya mengenai Kontra Penginderaan kepada Pejabat Keamanan Informasi daerah Kabupaten/Kota, di R. Anjasmoro Lt. 4, Dinas Kominfo Jatim Surabaya, Selasa (7/3/2023). Foto : Audi / JNR

Jatim Newsroom – Guna  meningkatkan keamanan informasi di lingkungan pemerintahan daerah, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur menggelar sosialisasi kontra penginderaan kepada pejabat keamanan informasi Kabupaten/Kota, di R. Anjasmoro Lt. 4, Dinas Kominfo Jatim Surabaya, Selasa (7/3/2023).

Kontra penginderaan merupakan kegiatan atau proses dalam mengidentifikasi ancaman penyadapan maupun kerawanan kebocoran informasi dari alat atau perangkat surveillance (pengawasan).

Kegiatan sosialisasi ini, dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, didampingi Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Kabid Aptika) Diskominfo Jatim Achmad Fadlil Chusni. Adapun dari BSSN, yang hadir sebagai pembicara yakni seorang Sandiman Ahli Madya di Direktorat Operasi Sandi BSSN, Cholilah yang juga didampingi tiga orang staf BSSN lainnya.

Kepala Dinas Kominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada BSSN yang bersedia datang langsung ke Diskominfo Jatim untuk menyosialisasikan programnya ke daerah-daerah.

“Kami mohon berkenan bantuan, arahan dan pendampingan dari BSSN. Bahwa Diskominfo Jatim siap bersama Kabupaten/Kota mendukung program kegiatan BSSN ke depan,” tutur Sherlita.

Saat ini, lanjut Sherlita, jumlah SDM Sandiman di Diskominfo Jatim ada empat orang. "Maka kami dari Pemprov Jatim bersama Kabupaten/Kota mohon bisa dibantu juga agar tidak hanya dilakukan peningkatan kualitasnya tapi juga kuantitas atau jumlah orangnya," jelasnya.

Terkait Computer Security Incident Response Team (CSIRT), Sherlita mengungkapkan bahwa di Jawa Timur ini timnya sudah ada, sedangkan di Kabupaten/Kota baru delapan.

"Jadi,  saya usulkan kenapa tidak 30 Kabupaten/Kota sekaligus saja dibentuk tim CSIRT nya. Namun, BSSN hanya meminta satu orang perwakilan, jadi saya juga minta kepada BSSN mohon dibantu terkait hal itu," ungkapnya.

Sherlita pun mengatakan, bahwa Diskominfo Jatim siap memfasilitasi tempat untuk mempermudah akomodasi terkait kegiatan yang digelar BSSN sebagai penghubung dengan perangkat daerah Kabupaten/Kota.

"Monggo kami bantu, karena saya yakin semakin memasuki tahun 2024 mendatang peran Diskominfo Jatim akan semakin strategis,” ujarnya.

Sementara itu, Sandiman Ahli Madya dari Direktorat Operasi Sandi BSSN, Cholilah, menjelaskan, yang dilakukan BSSN pada kegiatan sosialisasi ini untuk meningkatkan keamanan informasi adalah literasi kepada perangkat daerah yang hadir.

“Nah, dari situ akan ketahuan minat mereka apakah memiliki awareness atau kesadaran terhadap keamanan informasi. Menurut saya, Pemprov Jatim ini sudah sangat aware atau sadar akan hal tersebut, buktinya dengan mengadakan kegiatan sosialisasi seperti ini dan meminta dukungan kami meningkatkan jumlah SDM Sandiman maupun kualitas SDMnya,” terang Cholilah.

Cholilah menerangkan, kegiatan sosialisasi ini memang bentuk koordinasi BSSN dengan Diskominfo tingkat provinsi agar terjalin pemahaman yang sama secara menyeluruh mengenai program-program BSSN terkait keamanan informasi hingga tingkat Kabupaten/Kota.

“Kami memang koordinasi dengan perangkat daerah tingkat provinsi dulu nih, jadi dalam hal ini Diskominfo Jatim sebagai penghubung kami dengan daerah Kabupaten/Kota sudah terbuka sebenarnya, dari sosialisasi ini ada yang minat dilakukan kegiatan sosialisasi lebih lanjut oleh kami ke depan,” pungkasnya. (vin/s)

#Diskominfo Jatim #BSSN #keamanan informasi