Kamis, 1 Desember 2022

Pemerintah Kembali Gelar Seminar Gerakan Perubahan Keluarga

Diunggah pada : 16 September 2022 16:38:20 79
Seminar Gerakan Perubahan Keluarga

Jatim Newsroom - Seminar Gerakan Perubahan Keluarga (GAHARU) kembali digelar. Seminar yang diselenggarakan Kementerian Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI bekerjasama dengan ASHOKA Indonesia ini untuk mensosialisasikan konsep pengasuhan keluarga yang adil berbasis kesetaraan gender dan lintas generasi.  

Seminar yang berlangsung di Hotel Double Tree by Hillton Surabaya, Kamis (15/9/2022) ini juga dilaksanakan sebagai implementasi kebijakan tentang keluarga yang telah ditetapkan melalui Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yang kemudian ditindak lanjuti melalui Permen PPPA RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang Peningkatan Kualitas Keluarga dalam Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Seminar GAHARU diharapkan akan menumbuhkan kesempatan bagi organisasi kemasyarakatan, perempuan dan anak muda pemimpin, untuk mengembangkan gerakan perubahan yang lebih luas, mulai dari kampung hingga negara. Pertemuan dilaksanakan dengan mengundang Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Kependudukan (DP3AK) Provinsi Jawa Timur dan Lembaga Masyarakat yang memiliki konsern terhadap peningkatan pembangunan keluarga.

Pertemuan ini juga bertujuan untuk mengintegrasikan Kebijakan Kualitas Keluarga dengan Indeks Kualitas Keluarga dan Gerakan Pembaharu Keluarga. Tentu saja dengan maksud untuk menciptakan ekosistem tumbuh kembang anak dan remaja yang tepat agar menjadi sosok pembaharu bagi masyarakat dan lingkungan sekitar mereka.

Untuk mengurangi kesenjangan dan ketidakadilan gender yang menjadi tantangan terbesar dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan masyarakat, khususnya dalam keluarga melalui kebijakan ini, pemerintah ingin mendorong pencapaian indeks kualitas keluarga dengan bertumpu pada 5 (lima) dimensi, yaitu dimensi legalitas dan struktur, ketahanan fisik, ketahanan ekonomi, ketahanan sosial psikologi, dan ketahanan sosial budaya.

Kepala DP3AK Provinsi Jawa Timur,Restu Novi Widiani, Kamis (15/9/2022) menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah banyak melakukan upaya pembangungan keluarga, selama ini dilakukan melalui kebijakan pengendalian penduduk dan keluarga berencana.

"Bahkan di salah satu kota  atau di kota Madiun  di dukung melalui bidang kesetaraan gender DP3AK provinsi telah melaksanakan survei kualitas keluarga di semua kelurahan," katanya.

Menurutnya, kualitas keluarga merupakan salah satu sub urusan dalamUU No23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah yang diberikan kepada pemerintah pusat kepada daerah.  Demikian juga telah diamanatkan dalam salah satu program dalam Permendagri No 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi, dan nomenklatur perencanaan pembangunandan keuangan daerahsetiap daerah.

Restu Novi juga berharap dengan meningkatnya kualitas keluarga maka akan meningkatkan kesetaraan gender dalam keluarga. (her/s)

#DP3AK