Sukses Kembangkan Upsus Siwap, Jatim Surplus Daging Sapi

UMUM | 10 Oct 2019 02:49:48 PM

Sukses Kembangkan Upsus Siwap, Jatim Surplus Daging Sapi

Foto: Herlambang

 

Jatim Newsroom- Angka kelahiran sapi di Jawa Timur mencapai lebih dari satu juta ekor pertahun, sedangkan kebutuhan sapi sebanyak satu juta ekor. Sehingga, angka kelahiran masih mencukupi dibandingkan kebutuhan. 

Melalui Pelaksanaan Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (UPSUS SIWAB) tahun 2019, Dinas Peternakan Provinsi Jatim mentargetkan dapat semakin meningkatkan jumlah populasi sapi. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, seusai membuka Rapat Koordinasi dan Peningkatan Kapasitas SDM UPSUS SIWAB tahun 2019 oleh Dinas Peternakan di Surabaya berharap, program ini dapat membantu Provinsi lain. 

"Justru kami yang bermohon nanti inseminator di Jatim bisa membantu Provinsi lain yang terdekat," ujarnya, Kamis (10/10).

Bahkan Mentan berharap, program ini ditularkan ke berbagai daerah centra penghasil atau produksi sapi, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Tengah dan Jawa Barat. 

"Kita jadikan seperti Jawa Timur, itu yang terjadi adalah kita bisa menguasai sapi di Asia," imbuhnya. 

Tahun 2014 lalu, populasi sapi secara nasional sebesar 14 juta ekor, namun saat ini sudah mencapai 18 juta ekor, bahkan mendekati 19 juta ekor. Data ini, kata Mentan, target dari Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) telah tercapai. 

"Ada kenaikan satu juta ekor diluar yang dipotong pertahun. Kalau dulu 200 sampai 300 ribu peningkatan," tandasnya.

Pelaksanaan Upsus Siwab di Jatim sudah on the track, salah satunya inseminasi buatan (IB) sudah melebihi target sebesar 1.3 juta ekor. Di Jatim, dilihat dari pelaporan kelahiran per Januari hingga Agustus 2019 menunjukkan kalau inseminasi buatan sebesar 1.484.647 ekor (114 persen).

Begitu pula dengan pemeriksaan kebuntingan (PKB) juga telah mencapai target, yatu sebesar 904.725 ekor atau 70 persen, sedangkan untuk pelaporan kelahiran sebesar 651.566 ekor atau 59 persen.

Dari hasil IB saat ini, harapannya optimis minimal bisa ada kelahiran sebanyak 1,1 juta ekor sapi. “Upsus Siwab ini sudah menginjak tahun ketiga sehingga kami tidak ada kesulitan sama sekali. Tahun 2020 nantinya, upsus siwab akan terus berlanjut,” ujarnya.

Program Upsus Siwab juga telah diaudit BPK, karena menjadi salah satu kegiatan dimana keterlibatan masyarakatnya banyak. “Semua yang ikut peternak sapi yang memiliki sapi, sapinya yang ingin kawin tinggal memanggil petugas dan tidak membayar. Jadi langsung dirasakan manfaatnya. Kalau ada 1,6 juta ekor sapi di Jatim dikawini setara 1,1 juta peternak,” katanya.

Dikatakannya, Upsus Siwab ini berlangsung di 34 kabupaten/kota di Jatim, kecuali di Surabaya, Kota Madiun, Kota Mojokerto, dan Kota Pasuruan. “Di empat daerah itu populasi sapinya tidak ada. Untuk populasi sapi terbanyak berada di Tuban dan Madura,” katanya.

Untuk IB tahun ini, kelahiran sapi pada tahun mendatang. Dari kelahiran sapi tahun 2020, bisa dijadikan sapi potong baru dua tahun kemudian. “Pada tahun 2020, sapi-sapi tersebut baru bisa dilakukan pemotongan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dinas Peternakan Jatim menginformasikan kembali pada dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten kota, dan seluruh petugas kalau kegiatan IB, PKB, dan pelaporan kelahiran merupakan satu kesatuan kegiatan pendukung Upsus Siwab yang tidak terpisahkan

“Semua kegiatan adalah penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus. Output dari kegiatan IB adalah terjadinya kebuntingan dengan outcome kelahiran,” katanya.

Selain itu, Disnak Jatim memberikan target harian kegiatan PKB dan pelaporan kelahiran pada seluruh petugas, melakukan PKB massal yang diikuti pelaporan kelahiran terhadap peder yang teridentifikasi pada saat pelaksanaan PKB massal.

“Dan mengambil langkah konkrit lainnya untuk melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan PKB dan pelaporan kelahiran,” katanya. (jal) 

Views 16531
Web Statistic