Ratas dengan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah Sampaikan Tambahan Mesin PCR

UMUM | 12 May 2020 06:40:10 PM

Ratas dengan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah Sampaikan Tambahan Mesin PCR

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo bersama Gubernur se- Pulau Jawa dan Bali via Video Conference (Vidcon) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ruang Kerja Gubernur Jatim, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/05/2020).

Jatim Newsroom- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan permohonan tambahan mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada pemerintah pusat. Hal tersebut disampaikan saat mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) dengan Presiden RI Joko Widodo bersama Gubernur se- Pulau Jawa dan Bali via Video Conference (Vidcon) dalam rangka evaluasi pelaksanaan Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ruang Kerja Gubernur Jatim, Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (12/05/2020).

"Saya harap Bapak Presiden bisa memberikan tambahan PCR untuk deteksi Covid-19. Dengan semakin banyaknya mesin PCR di rumah sakit, maka kecepatan test Covid-19 akan meningkat. Dengan demikian, deteksi akan Covid-19 bisa diketahui yang kemudian bisa dilakukan tracing dan langkah selanjutnya," pintanya.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menjelaskan, bahwa alat yang digunakan pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri, atau virus dinilai masih kurang. Apalagi, PCR juga digunakan untuk mendiagnosis penyakit covid-19, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus Corona. Dalam rangka meningkatkan pelayanan dan deteksi Covid-19 lebih cepat keberadaan alat tersebut sangat diperlukan di rumah sakit.

Saat ini, kemampuan tes PCR Covid-19 di Jatim mencapai 1.564 sampel perhari. Alat tersebar di beberapa Rumah Sakit, diantaranya RSUD dr Soetomo terdapat dua mesin yang sudah bisa digunakan dengan kemampuan 350 tes per hari.

"Persediaan reagen kita banyak. Selain butuh alat PCR, kami membutuhkan cartridge lebih banyak agar bisa bekerja lebih masif," ungkap Gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Dijelaskan, Puskesmas di Jatim sebagian juga sudah memiliki PCR generasi expert. Selama ini digunakan sebagai tes TB. "Apabila didukung dengan cartridge untuk Covid-19, maka bisa digunakan. Oleh sebab itu, ketersediaan cartridge tidak kalah pentingnya," ujarnya.

Senada dengan Gubernur Jatim, Presiden RI Joko Widodo mendukung penuh agar adanya penambahan mesin PCR dan pasokan cartridge bagi rumah sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19. Pihaknya akan langsung menindaklanjuti hal ini agar pelayanan dan penanganan Covid-19 bisa dipercepat.

"Saya minta untuk Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pak Doni Monardo untuk segera cek stok, dan bisa disegerakan," tegasnya.

Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa hal penting, diantaranya meminta agar ada evaluasi penyelenggaraan PSBB secara detail. Yaitu tren penambahan atau penurunan bagi daerah yang melangsungkan PSBB. Kemudian bagi daerah yang tidak memberlakukan PSBB, Presiden Jokowi mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu physical distancing, penggunaan masker dan mencuci tangan dengan air mengalir.

"Setiap wilayah  yang melaksanakan PSBB dan non PSBB harus  dibandingkan penanganannya, karena setiap daerah mempunyai inovasi di lapangan," jelasnya. (mad)

Views 1085
Web Statistic