Prestasi Iringi Program Merdeka Belajar di Jawa Timur 2020

UMUM | 13 Jan 2021 04:50:46 PM

Prestasi Iringi Program Merdeka Belajar di Jawa Timur 2020

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Wahid Wahyudi



 

Jatim Newsroom- Program merdeka belajar yang dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mempu dijawab pemerintah Jawa Timur dengan raihan prestasi, salah satunya juara umum Kompetisi Sains Nasional Tahun 2020 jenjang SD, SMP, dan SMA yang digelar secara dalam jaringan (daring).
 
“Kompetisi Sains Nasional adalah ajang bergengsi digelar sejak 2002 atau sudah 18 tahun dan baru tahun kemarin Jatim juara umum, biasanya yang langganan juara DKI Jakarta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Kadindik Jatim), Wahid Wahyudi di kantornya Surabaya, Rabu (13/1/2021).
 
Dikatakan Wahid, yang juga tidak kalah membanggakan adalah raihan prestasi pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional atau (FLS2N) 2020 yang diikuti anak-anak berkebutuhan khusus dan disabilitas dimana Jatim juga meraih juara umum. “Festival ini sudah digelar 12 tahun, dan baru tahun kemarin Jatim juara umum, ini membuktikan jika pendemi Covid-19 tidak menghalangi siswa berprestasi,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut dikatakan Wahid, di tengah pandemi Covid-19 lulusan SMA di Jatim menempati peringkat pertama dengan jumlah siswa lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2020 tertinggi secara nasional.
 
Dari data yang dihimpun dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), sebanyak 96.496 siswa yang diumumkan lolos dan masuk 86 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia, sebanyak 13.803 berasal dari Jatim. Angka ini naik dari tahun 2019 lalu yang hanya sebanyak 13.737 yang lolos pada jalur SNMPTN. Sedangkan di peringkat kedua dan ketiga, masing-masing ditempati oleh Provinsi Jawa Barat sebanyak 9.932 dan Provinsi Sumatera Utara sebanyak 8.771. “Ibu Gubernur Jawa Timur juga mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai ibu literasi,” imbuhnya.
 
Pandemi yang terjadi beberapa bulan terakhir menyadarkan semua pihak, bahwa esensi pendidikan itu bukan sekolah, tetapi esensi pendidikan itu adalah belajar. Sekolah adalah tempat belajar, rumah adalah tempat belajar, dan belajar bisa di manapun. Khusus untuk pendidikan karakter, rumah menjadi institusi dan keluarga menjadi tempat belajar yang pertama dan utama. “Pembelajaran jarak jauh butuh peran keluarga dan orang tua dengan ikut memfasilitasi serta mendorong agar yang belajar dari rumah nyaman,” tuturnya.
 
Pandemi, lanjut Wahid, tidak tidak semuanya berdampak buruk. Salah satu dampak positif yang diakibatkan pendemia adalah mempercepat implementasi merdeka belajar dengan pemanfaatan teknologi komunikasi, untuk pembelajaran jarak jauh. “Hadirnya teknologi digital ini juga mendukung terlaksananya merdeka belajar dengan bebas menentukan media pembelajaran, guru juga bebas menentukan bahan pembelajaran tentunya dalam koridor kurikulum nasional,” harapnya. 
 
Guna mendukun mereka belajar, salah satu inovasi besar dari Gubernur, Khofifah Indar Parawansa adalah mempermudah akses internet untuk daerah terpencil seperti kepulauan, pegunungan dan pedalaman dengan pemasangan alat anjungan belajar mandiri kerjasama antara pemprov dengan Kios Pintar (Kipin) dan pada tahap pertama sudah terpasang tujuh
tempat. 
 
“Anjungan belajar mandiri berisi semacam wi-fi jangkauannya sekitar 20 meter. Tempat ini berfungsi seperti ATM tetapi isinya buka uang, melainkan modul - modul pembelajaran dimana gurunya pun bisa mengupload bahan pembelajaran dan siswa bisa mengunduhnya,” jelasnya.(hjr)

Views 7690
Web Statistic