Pengembangan Kerja, SKK Migas Gelar Sosialisasi di Pulau Sapudi

UMUM | 20 Mar 2017 04:11:25 PM

Jatim Newsroom - Bersama KKKS Husky - CNOOC Madura Limited (HCML), Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggelar sosialisasi di Pulau Sapudi Sumenep untuk persiapan pengembangan kerja di wilayah sumur MDA dan MBH.

“Sosialisasi dihadiri ratusan nelayan dari Kepulauan Sapudi Kecamatan Gayam dan Kecamatan Nonggunong, pejabat Forkopimcam serta perwakilan dari Angkatan Laut,” kata perwakilan SKK migas Jawa, Bali, Nusa Tengara (Jabanusa), Singgih dalam siaran persnya Senin (20/3).

Dikatakannya, dalam menjalankan tugas pihaknya menjunjung tinggi keselamatan lingkungan. Selaku perwakilan dari pemerintah ia berharap, masyarakat mendukung kegiatan hulu migas. “Sampai kini, migas masih menjadi tulang pungung APBN karena menyumbang sekitar 20 persen," katanya.

Senior Head of Relation HCML, Hamim Tohari  mrnuturkan, sosialisasi persiapan pengembangan ini dimulai sekitar awal April 2017. Sesuai dengan menjunjung adat ketimuran HCML beserta tim melakukan silaturahmi kepada warga di Pulau Sapudi. "Insya Alloh, April kami akan memulai kegiatan dengan memasang platform," ungkapnya.

Dengan pemasangan platform seluas 20 meter persegi itu, maka akan ada lalu lalang kapal pengangkut bahan yang diperkirakan akan mengganggu aktivitas nelayan dan latihan TNI AL. "Dalam waktu dekat juga akan ada program pemberdayaan masyarakat yang dilandasi kebutuhan bukan keinginan," ujarnya.

Paspotmar Lanal Batuporon, Lettu Laut (E) Erdis Suprisancoko mengungkapkan, lokasi wilayah kerja HCML di tiga sumur tersebut berada dalam wilayah latihan TNI AL. Karena itu pihaknya mempunyai tugas mengamankan obyek vital negara.

"Seharusnya wilayah kerja HCML ini rahasia, karena lokasi yang menjadi latihan kami berada di lokasi kerja pengeboran gas, maka harus kami memberitahu kepada warga maupun HCML agar sama-sama menjaga kepentingan negara itu,” tuturnya.

Pengembangan wilayah kerja HCML tersebut hasil migasnya akan di Tie in atau disambungkan ke pipa Perrtamina East Java Gas Pipeline (EJGP) ke Porong Sidoarjo yang kurang lebih berjarak 200 KM. Gas yang dihasilkan ini akan dimanfaatkan sebagai pemenuhan kebutuhan industri pupuk di Jawa Timur. (hjr)

Views 6190
Web Statistic