OJK Mediasi Asosiasi Driver Online dan Perusahaan Pembiayaan

UMUM | 30 Jun 2020 08:00:16 PM

OJK Mediasi Asosiasi Driver Online dan Perusahaan Pembiayaan

OJK Audiensi antara perwakilan debitur perusahaan pembiayaan di Kantor OJK Regional 4 Jatim

Jatim Newsroom - Sehubungan dengan unjuk rasa yang dilakukan oleh Asosiasi Driver Online, Senin (29/6/2020) Kemarin, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim menjelaskan bahwa telah dilakukan mediasi untuk memfasilitasi kepentingan yang disuarakan mereka.
 
Kepala OJK Kantor Regional 4 Jawa Timur, Bambang Mukti Riyadi, mengatakan, sejak awal dikeluarkannya kebijakan restrukturisasi kredit yang ditujukan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat atau debitur, OJK selalu proaktif dalam melakukan sosialisasi. Baik kepada masyarakat debitur maupun lembaga keuangan di Jawa Timur.
 
Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui media cetak dan online. “Bahkan dilakukan melalui mediasi langsung antara debitur dengan lembaga keuangan terkait. Beberapa kegiatan mediasi bahkan dilakukan bersama dengan lembaga lain seperti DPRD Kota Surabaya,”ujar Bambang dalam rilisnya yang disampaikan JNR Kominfo Jatim, Selasa (30/6).
 
Guna mempermudah masyarakat menyampaikan keluhannya, OJK telah menyediakan nomor khusus WhatsApp (WA) aduan konsumen dan WhatsApp (WA) Group untuk memperlancar proses komunikasi antara masyarakat dengan industri keuangan penyedia kredit.
 
Terkait dengan kegiatan unjuk rasa kemarin oleh para Driver Onlin, kata Bambang, mediasi akan dilakukan tidak hanya sekali, tetapi sesuai kebutuhan dengan melibatkan lembaga keuangan khususnya perusahaan pembiayaan terkait.
 
Menurut Bambang, OJK mengharapkan kepada masyarakat agar ketika menyuarakan kepentingan masyarakat ke depannya dilakukan melalui media yang telah disediakan untuk menghindari risiko yang tidak perlu, khususnya dalam masa pandemi yang sekarang masih berusaha dikendalikan melalui kerja keras semua pihak.
 
”Guna merealisasikan kepentingan yang lebih besar, OJK meminta masyarakat dan debitur untuk bekerja sama agar dalam memperjuangkan kepentingan ekonomi tidak membuat mereka terdampak risiko kesehatan,”tutur Bambang. (ryo/s)
 

Views 8422
Web Statistic