Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Promosi Jabatan Jadi Kapolres Kediri

UMUM | 14 Sep 2018 04:55:10 PM

Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Promosi Jabatan Jadi Kapolres Kediri

AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat menyelamatkan anak pelaku bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Surabaya pada hari Senin tanggal 14 Mei 2018.

Jatim Newasroom -Berdasarkan surat Telegram Rahasia (TR) Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian Nomor: Kep/1366/IX/2018/ tanggal 12 September 2018 terdapat mutasi jabatan perwira menengah, yakni Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Kediri.

Promosi jabatan diterima Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Pria yang menyelamatkan anak pelaku bom bunuh diri di depan Mapolrestabes Surabaya pada Senin tanggal 14 Mei 2018 itu bakal menduduki jabatan baru sebagai Kapolres Kediri.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan pergantian Pamen di jajaran Polda tersebut. “Ya, TR Mabes,” singkat Barung melalui selulernya, Jumat (14/9). Kapolres Kediri, AKBP Erick Hermawan dicopot dari jabatannya dan dimutasi sebagai Perwira Menengah (Pamen) Pelayananan Markas (Yanma) Mabes Polri.

Ketika ditanya apakah pencopotan Kapolres Kediri karena adanya dugaan yang bersangkutan melakukan pelanggaran disiplin kepolisian, Barung tak menampik. Menurutnya, saat ini AKBP Erick statusnya terperiksa di Propam Mabes Polri. "TR - nya kan jelas, statusnya dalam rangka pemeriksaan," ujar Barung.

Kapolres Kediri AKBP Erick Hermawan dicopot dari jabatannya diduga karena kasus pungutan liar (pungli) pembuatan SIM di Polres setempat. “Itu (kasusnya, red) sudah ranah Mabes Polri. Yang bersangkutan sudah dimutasikan dan sudah ada gantinya yang baru,” ujar Ketua Satgas Saber Pungli Polda Jatim Kombes Pol Sutardjo.

Sutardjo yang juga Irwasda Jatim menambahkan pihaknya tak ingin kasus serupa terjadi di Polres jajaran Polda Jatim. Untuk itu, pihaknya akan melakukan berbagai upaya pencegahan. Misalnya dengan melakukan berbagai sosialisasi. “Yang jelas kita kembali ke sosialisasi-sosialisasi agar cukup banyak. Sehingga mungkin tidak ada lagi penindakan seperti itu,” ucapnya. (afr/p)

Views 377
Web Statistic