Jatim Siapkan Ekspor Halal Food Dunia

UMUM | 18 Dec 2020 06:26:23 PM

Jatim Siapkan Ekspor Halal Food Dunia

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat membuka OPOP EXPO 2020 di Atrium Maspion Square Surabaya, Jumat 19 Des 2020



 

Jatim Newsroom- Sebagai negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) siap mendukung terselenggaranya Indonesia sebagai negara eksportir Halal Food Dunia.
 
Sejak dua tahun terakhir, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menginisasi program One Pesantren One Product (OPOP) kepada 350 pesantren sebagai pintu gerbang menuju Indonesia sebagai eksportir Halal Food tersebut. 
 
OPOP menurut gubernur mampu menkonsolidasikan kekuatan Pesantren, santri, dan alumninya."Kita punya energi untuk itu, punya kemampuan untuk itu. Sinergitaa kemampuan dengan Pesantren adalah salah satu kekuatan," katanya, saat pembukaan OPOP EXPO 2020 Atrium Maspion Square Surabaya, Jumat (18/12/2020).
 
Gubernur mengakui, pengembangan OPOP ini masih diperlukan pendampingan, managerial skill masih diperlukan, terutama dalam pengelolaan keuangan. Sehingga, ada OJK dan BI yang akan memberikan pendampingan. "Perlu permodalan untuk pengembangan produk pesantren maka ada Himpunan Bank-bank Milik Negara ada Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Jatim juga Bank UMKM Jatim," ungkap.
 
Gubernur berharap, melalui OPOP, pesantren dapat berdaya dan masyarakat sejahtera. Diakuinya, OPOP Expo 2020 ini adalah tahun yang kedua. "Ini untuk me-remind bahwa ada One Pesantren One Product," tandasnya.
 
Sekertaris OPOP Jatim, M Ghofirin menjelaskan, saat ini sudah ada 350 pesantren yang berpartisipasi dalam OPOP. Sesuai dengan target, pada lima tahun, ada seribu Pesantren yang dipilih, dilatih, dan dibuka aksesnya. "Agar memiliki produk unggul dan berkualitas, kemudian produknya itu bisa diterima di pasar, baik lokal, nasional, maupun internasional," katanya.
 
Secara bertahap, tahun 2019 lalu terpilih 150 Pesantren, dan tahun 2020 ini terpilih 200 Pesantren, total 350 Pesantren dalam kurun waktu dua tahun. Ghofirin mentargetkan, setiap tahun bertambah 200 Pesantren."Sehingga total ada seribu Pesantren yang akan menghasilkan seribu produk unggulannya," harapnya. (hjr)

Views 7379
Web Statistic