Gubernur Lepas Keberangkatan 139 Orang JCH ASN/PTT Pemprov

UMUM | 06 Jul 2019 05:46:45 AM

Gubernur Lepas Keberangkatan 139 Orang JCH ASN/PTT Pemprov

Jatim Newsroom - Gubernur Khofifah kembali mengukir sejarah dan tradisi baru di lingkungan Pemprov Jatim. Yakni, mengundang para Jamaah Calon Haji (JCH) dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Pemprov Jatim yang akan menunaikan rukun islam kelima yakni ibadah haji.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam sambutan kegiatan yang dikemas silaturrahmi dan pelepasan JCH ASN/PTT Pemprov Jatim, mengatakan bahwa sebagai seorang pemimpin di lingkungan Pemprov Jatim sudah sepatutnya memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang mampu menyempurnakan rukun islam khusunya ibadah haji.

“Rasanya pasti bedalah kalau mereka dihantarkan oleh pimpinannya, dengan yang tidak dihantarkan, budal-budalo. Dengan seperti ini juga mereka terkonfirmasi kalau misalnya ada sesuatu yang pada saat tertentu dibutuhkan atau dipanggil, semua sudah terkonfirmasi bahwa mereka sudah ijin menunaikan haji,” ujar Khofifah di gedung negara Grahadi, Jumat (5/7) malam.

Apalagi haji reguler saat ini cukup lama yaitu 41 hari, karena itu Khofifah berharap kebersamaan ini bisa menjadi kekuatan yang luar biasa. Sebab para ASN dan PTT itu telah mendedikasikan dirinya untuk memajukan dan mensejahterahkan rakyat Jatim.

“Jadi bukan karena siapa kepala devisi kalau di rumah sakit atau direktur, dan siapa kepala bagian atau kepala OPD-nya, bahkan siapa gubernurnya tapi hati mereka telah terpatri untuk mendedikasikan untuk melakukan yang terbaik untuk masyarakat Jatim,” jelasnya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu, juga meminta doa khusus supaya mereka selain pasti berdoa untuk diri sendiri dan keluarga juga minta mendoakan bangsa ini supaya bangsa ini terus didalam proses terintegrasi secara lahir batin.

“Terintegrasi lahir batin itu artinya mereka tergerak untuk bersatu, tergerak untuk menguatkan persaudaraan dan tergerak untuk membangun sesuatu suasana yang kondusif, damai dan harmoni. Doa ini dipanjatkan terutama saat mereka wukuf di Padang Arafah,” pinta Khofifah yang juga Ketum PP Muslimat NU ini.

Secara khusus Gubernur Jatim, juga memberikan tips kepada JCH ASN/PTT Pemprov Jatim supaya bisa betul-betul menjaga hati saat menunaikan ibadah haji agar nantinya bisa mendapat gelar haji mabrur. Karena itu sebisa mungkin saat tidak usah membawa Handphone kemana-mana saat menunaikan manasik haji karena itu bisa mengurangi pahala ibadah haji.

“Yang penting itu sebisa mungkin menjaga haji dan tidak banyak bicara baik langsung maupun melalui media sosial saat menunaikan ibadah haji. Berdoa juga tidak harus yang panjang dan berbahasa Arab, yang penting kita yakin dan paham dan yakin dengan doa yang kita panjatkan akan diijabahi Allah,” jelas Khofifah.

Ia juga mengakui, banyak ulama yang menyebut bahwa setiap orang yang menunaikan ibadah haji pasti mabrur. Sebab haji itu adalah Arofah (wukuf), dan setiap haji yang mabrur garansinya (balasannya) adalah surga. “Yang penting itu adalah bagaimana para haji dan hajjah itu bisa menjaga kemabrurannya setelah berhaji sebab hal itu tidaklah mudah,” tegas mantan Mensos RI ini.

Ia menambahkan, keberadaan majelis-majelis pengajian, dzikir dan sholawat itu adalah dalam rangka menjaga kemabruran sehingga sebisa mungkin juga diikuti oleh orang yang sudah bergelar haji dan hajjah.

“Saya punya forum majelis dzikir yang khusus untuk menjaga kemabruran, anggotanya para haji dan hajjah tapi forum itu ada di Jakarta. Nanti saya akan bikin disini, forum ini tidak terintegrasi dengan IPHI maupun KBIH tapi saya punya komunitas esklusif karena anggota hanya orang yang sudah haji dan tujuannya untuk menjaga kemabruran,” pungkasnya.

Dimana total ASN dan PTT, di lingkungan Pemprov Jatim yang akan berangkat haji sebanyak 139 orang meliputi 62 orang wanita dan 77 orang laki-laki.  “Dari 22 OPD, terbanyak dari Dinas Pendidikan 53 orang, Bapenda 19 orang, RS Soetomo 11 orang, RS Soedono 10 orang, RS Saiful Anwar 8 orang, Bappenda 6 orang, Dinsos 6 orang, dan Dinas Kehutanan 5 orang,” ujar Heru Tjahjono Sekdaprov Jatim. (Pca/p)

Views 15786
Web Statistic