Gubernur Khofifah : Vaksinasi Titik Hulu Penanganan Covid-19

UMUM | 07 Aug 2021 06:43:04 PM

Gubernur Khofifah : Vaksinasi Titik Hulu Penanganan Covid-19

Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim saat meninjau serbuan vaksinasi di Stadion Gajayana. Foto : Bidhumas Polda Jatim untuk Kominfo Jatim

Jatim Newsroom - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program serbuan vaksinasi adalah titik hulu untuk upaya penanganan Covid-19. Hal itu dibarengi dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Vaksinasi ini adalah salah satu titik hulu yang dilakukan. Tidak kalah pentingnya adalah tetap jaga protokol kesehatan, tetap pakai masker, tetap menjaga jarak, tetap kurangi mobilitas, kurangi interaksi, sampai kemudian PPKM level 4 ini turun," kata Khofifah saat meninjau vaksinasi massal di Stadion Gajayana Malang, Sabtu ( 7/8/2021).

Ia berharap dengan serbuan vaksinasi dan disiplin protokol kesehatan, maka pandemi bisa segera berakhir. "Harapannya kan kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan semua bisa kita lakukan seperti dulu," jelasnya.

"Jadi targetnya bisa menurunkan PPKM levelnya menjadi level 3, level 2, sampai level 1. Sehingga pendidikan fan kegiatan dudika, (dunia usaha, dunia industri, dunia kerja) bisa kita lakukan setelah PPKM levelnya bisa kita turunkan. Tentu dengan ikhtiar bersama-sama seperti ini," imbuhnya.

Dalam peninjauan vaksinasi yang digelar Koarmada II bersama Pemkot Malang itu, Khofifah didampingi Panglima Koarmada II, Laksda TNI Iwan Isnurwanto dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta dan Wali Kota Malang, Sutiaji. Serbuan vaksinasi di Stadion Gajayana itu disiapkan 30 ribu dosis untuk tahap pertama. Acara digelar selama dua hari hingga hari Minggu besok dengan dibantu 620 tenaga kesehatan.

Masyarakat bisa mendaftar melalui online maupun datang langsung di lokasi, dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Jadi serbuan vaksinasi ini namanya juga serbuan, maka yang divaksin dalam jumlah yang cukup besar dibanding dengan biasanya. Karena memang kita membutuhkan percepatan vaksinasi terutama di aglomerasi Malang," ucapnya.

Untuk memonitor jumlah peserta vaksinasi, bisa dilihat di digital check yang sudah terpasang di lokasi. Digital check itu menjadi penting untuk bisa menghitung target.

"Kalau target hari ini katakan lima belas ribu apa sepuluh ribu bisa dilihat flow-nya harus masuk distribusi vaksin yang masuk vaksinatornya di mana, yang divaksin gimana. Saya rasa bisa termonitor dengan lebih mudah," tambah Gubernur Jatim.

Panglima Koarmada II menambahkan, bahwa keberadaan Forkopimda Jatim, Forkopimda Kota Malang, sangat membantu mendukung pelaksanaan ini. "Kami bersama-sama kurang lebih dua minggu melaksanakan persiapan ini, dengan tenaga kesehatan kalau dijumlah seluruhnya kurang lebih ada 620 mulai dari petugas screening, vaksinator, asisten, dan lainnya," tambah Pangkormada II.

Ia berharap percepatan serbuan vaksinasi bisa membantu herd immunity atau kekebalan kelompok di Jawa Timur. "Targetnya 70 persen warga Jatim yang tervaksin untuk bisa tercapai herd immunity. Ini bisa sukses jika ada dukungan dari seluruh masyarakat," pungkasnya. (afr/s)

Views 1002
Web Statistic