Gubernur Khofifah Hadiri Pertemuan Tahunan BI

UMUM | 24 Nov 2021 09:00:34 PM

Gubernur Khofifah Hadiri Pertemuan Tahunan BI

Gubernur Khofifah didampingi Kepala Perwakilan BI Jatim Budi Hanoto (tengah) saat berfoto bersama peserta  undangan pertemuan tahunan BI 2021di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Jatim Newsroom – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menghadiri pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) 2021 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (24/11/2021). Pada kesempatan tersebut Gubernur didampingi Kepada Perwakilan BI Jatim, Budi Hanoto, menyerahkan hadiah kepada pemenang mitra Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terbaik  dan mitra pendamping UMKM terbaik Tahun 2021.
 
Pertemuan Tahunan BI Jatim tahun 2021 yang mengambil tema “Optimisme Jatim bangkit sinergi dan inovasi untuk mempercepat pemulihan ekonomi Jawa Timur” diselenggarakan secara online dan ofline dengan protokol kesehatan yang ketat.
 
Dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Budi Hanono menyampaikan bahwa sinergi kebijakan dan dukungan inovasi di sejumlah sektor ekonomi telah mampu menjaga kebangkitan pertumbuhan perekonomian Jawa Timur di tengah kebijakan pembatasan wilayah pada triwulan III -2021 ekonomi Jawa Timur tumbuh positif di level 3,23 persen secara tahunan dan ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di Jawa secara keseluruhan yaitu 3,03 persen.
 
Di sisi lapangan usaha masih positifnya kinerja ekonomi perdagangan sektor-sektor industri pengolahan dan juga pertanian turut memberikan sumbangan yang positif sebesar 61 persen terhadap PDRB Jawa Timur.
 
Selain itu perbaikan dari sisi konsumsi dan tingginya surplus net ekspor antar daerah turut menopang positifnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Memasuki triwulan IV- 2021 ini apresiasi yang tinggi kepada pemerintah provinsi Jawa Timur dan seluruh jajaran lembaga otoritas dengan tingginya komitmen untuk untuk menangani kasus Covid-19. Awal November atau 9 November 2021 seluruh wilayah Jawa Timur sudah bebas dari zona merah dan oranye. Kondisi terbaru saat ini Jawa Timur memberlakukan PPKN level 1 dan 2 di seluruh kabupaten kota. Kasus positif Covid-19 terpantau menurun signifikan sekali hingga sebesar 84,2 persen sejak implementasi PPKM darurat.
 
Sejalan dengan relaksasi kebijakan pembatasan wilayah kinerja perekonomian Jawa Timur di triwulan IV mengalami perbaikan dibandingkan triwulan III. Hal ini ditopang oleh peningkatann kinerja industri pengolahan serta juga sektor perdagangan.
 
Pada kesempatan tersebut Kepala BI Jatim juga mengatakan bahwa arah perekonomian Jawa Timur pada 2021/2022 menyakini sinergi BI bersama pemerintah provinsi  dengan pemerintah kabupaten dan kota serta otoritas terkait terus  mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang lebih baik.
 
Menurut Budi pada tahun 2021 perekonomian Jawa Timur diperkirakan akan tumbuh 3,2 sampai dengan 4,0 persen, membaik dibandingkan pertumbuhan 2020. Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh peningkatan kinerja industri pengolahan. “Hasil surve menunjukan bahwa di Jawa Timur terdapat peningkatan capacity untuk industri dari 40 persen menjadi 70 persen,” tuturnya.
 
Sejalan dengan hal tersebut kata Budi pada tahun 2022 Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan perekonomian Jawa Timur sekitar 5,0 sampai dengan 5,8 persen atau sudah mendekati pola normalnya takala sebelum terjadinya pademi.
 
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh tren pemulihan konsumsi swasta, ekspor luar negeri dan akselerasi gerakan peningkatan investasi. Peningkatan investasi ini akan berlanjut dengan adanya proyek proyek strategis pelaksanaan dari proyek Perpres 80/2019 serta peningkatan investasi swasta.
 
Menurtnya dengan adanya pembangunan smelter oleh PT Freeport Indonesia di Gresik dan pembangunan kilang minyak di Tuban oleh Pertamina diperkirakan turut mendorong peningkatan kinerja ekonomi Jawa Timur.
 
 Sementara dari analisis BI pertumbuhan potensial sektor utama di Jawa Timur ini akan terus mempunyai ruang untuk lebih optimal dan kiranya dapat membawa Jawa Timur ekonominya tumbuh lebih tinggi lagi.
 
Guna untuk mendorong akselerasi ekonomi Jawa Timur ke depan dapat disampaikan komitmen sinergi Jatim bangkit pada tahun 2022 melalui beberapa program quick Wins atau program inisiatif yang mudah dan cepat dicapai dalam waktu dekat. Program tersebut pertama adalah  deklarasi rumah kurasi dan Pondok Quraisy untuk mendukung perluasan 1000 produk UMKM. Juga perluasan pasar rakyat Jatim yang  lebih siap digital.
 
Kedua adalah optimalisasi Jawa Timur sebagai pusat industri halal terdepan melalui of ikrar halal produk UMKM dan Opop serta perluasan desa wisata halal.  Ketiga adalah penguatan peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan nusantara melalui pencanangan project end-to-end kandang komunal meningkatkan produksi sapi potong. Untuk jangka menengah panjang optimalisasi lokal dan di kawasan industri juga pemuatan pemanfaatan lcs atau sekurity casi aset. Pengembangan pariwisata sangat diperlukan untuk menambah akselerasi pertumbuhan di Jawa Timur.
 
ke depan Akhir kata Kami ingin mengangkut dan meresapi kata-kata ibu gubernur provinsi Jawa Timur sebagai berikut. Insyaallah dengan social Capital yang luar biasa testis cultural cultural Mojopahit
 
Budi yakin bahwa Jawa Timur akan selalu menjadi yang terdepan di segala bidang menjadi rumah yang ramah dan toleran bagi semua anak bangsa Sejahtera.
 
Tantangan dan arah perekonomian Jawa Timur tahun 2022 BI akan terus berusaha berkolaborasi dan bersinergi untuk mengukir kerja nyata dan prestasi dalam berkontribusi perekonomian dan kesejahteraan bersama untuk bangkitnya Jawa Timur.(ryo/s)

Views 143
Web Statistic