Gandeng Kemenparekraf, Pemprov Siap Dongkrak Perekonomian Madura

UMUM | 18 Jan 2020 11:56:13 AM

Gandeng Kemenparekraf, Pemprov Siap Dongkrak Perekonomian Madura

Foto : Humas Setdaprov Jatim

Jatim Newsroom - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan menggandeng Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) siap memajukan pariwisata dan mendongkrak perekonomian di Pulau Madura Jawa Timur.

Perekonomian di Madura harus terus didorong, karena Pulau Madura menyimpan banyak potensi wisata yang belum banyak diketahui publik secara luas, tidak cuma wisata alam, namun juga kuliner, budaya, dan religiusnya.

"Tidak cuma wisata alam, namun juga kuliner, budaya, dan religius. Hanya saya memang masih kalah pamor. Nah, kami ingin agar potensi ini bisa lebih dimaksimalkan lagi agar perekonomian masyarakat di Pulau Madura bisa terangkat. Formatnya adalah Indonesian Islamic Science Park," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat pertemuan dengan Menteri Parekraf, Wishnutama di Jakarta, Jumat (17/1).

Kunjungan Khofifah ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, Ketua DPRD Jatim, dan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) merupakan rangkaian kunjungan kerja guna merealisasikan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Jawa Timur meliputi Kawasan Gerbangkertasusila, Bromo Tengger Semeru (BTS), Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.

Khofifah menerangkan, sejumlah destinasi pariwisata yang cukup potensial di Pulau Madura diantaranya, Gili Labak dan Gili Iyang yang berada di Kabupaten Sumenep. Gili Labak terkenal memiliki keindahan bawah laut dan biota yang beragam. Selain itu pulau ini dikelilingi oleh pasir putih bersih. Sementara Gili Iyang, selain memiliki daya pikat pantai yang mempesona juga merupakan pulau dengan kadar oksigen tertinggi di dunia yakni 21,5 persen. Kadar oksigen di pulau tersebut lebih tinggi dari kadar oksigen rata-rata sebesar 20 persen dan merupakan daerah dengan kadar oksigen terbaik di dunia setelah Jordania.

"Daya tarik wisata di pulau ini belum didukung oleh sarana dan prasarana  infrastruktur yang memadai. Maka dari itu, kami berharap Kementerian pariwisata bisa turut mengembangkan pariwisata di Madura, khususnya Indonesian Islamic Science Park,  supaya memberi dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat," terangnya

Khofifah juga menyampaikan rencana Pemprov Jatim yang akan membangun Indonesia Islamic Science Park (IISP) di kawasan Jembatan Suramadu, di sisi Madura. Pemprov Jatim sudah menyiapkan konsep Islamic Science Park, yakni 20 persen edukasi, 30 persen keuangan Islam dan 50 persen wisata.

Nantinya di kawasan tersebut, tidak hanya menjadi pusat ekonomi syariah, namun juga wisata, budaya, dan juga kuliner. Luas lahan yang dibutuhkan mencapai 101 hektare. Rencana pembangunan Islamic Center tersebut didorong agar pintu masuk ke pulau Madura menjadi tempat dan pusat budaya yang ada di Madura serta diharapkan mengurangi pengangguran.

Menanggapi hal tersebut, Wishnutama mengatakan Kementerian Pariwisata akan mendukung penuh upaya Pemprov Jatim dalam mengembangkan pariwisata di Jawa Timur, khususnya di Pulau Madura. Terkait pengembangan kawasan BTS, destinasi wisata unggulan Jatim tersebut akan menjadi prioritas Kemenparekraf pada tahun 2021. (Put)

Views 555
Web Statistic