Dinsos Jatim Siapkan Relawan Pensosmas Menuju Desa Berketahanan Sosial

UMUM | 21 Nov 2020 08:12:56 PM

Dinsos Jatim Siapkan Relawan Pensosmas Menuju Desa Berketahanan Sosial

Jatim Newsroom - Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pengembangan kapasitas relawan penyuluh sosial masyarakat (Pensosmas) pada 20-21 November 2020.
 
Acara yang berlangsung di Hotel Harris Gubeng Surabaya ini dihadiri 48 orang relawan Pensosmas Jatim, Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kota Surabaya sebanyak dua orang, dan Pekerja Sosial Masyarakat sejumlah 5 orang.
 
Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jatim, Dra Novi Widiani MM, yang hadir mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim mengatakan, permasalahan sosial di Indonesia masih relatif banyak dan kompleks. Terlebih, setelah pandemi Covid-19 melanda.
 
“Begitu banyak bantuan dari pemerintah di masa Covid-19 ini. Nah, Pensosmas kami minta bantuan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bagaimana cara mendapatkan bantuan, bagaimana mekanismenya, dan sebagainya. Mereka juga kami minta untuk menampung keluhan dari masyarakat. Seperti halnya TKSK, Tagana, Karang Taruna, dan PSM yang lebih dulu lahir,”  kata Novi saat membuka acara, Jumat (20/11/2020) malam.
 
Kecuali itu, Kementerian Sosial RI juga telah melakukan banyak hal dalam memberikan pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), mulai dari tingkat pusat, provinsi, hingga desa/kelurahan.
 
“Data PPKS di Jatim tahun 2019 tercatat sebanyak 267.738 orang atau 1,59 persen dari total populasi penduduk Jatim,” jelas Novi. 
 
Dia melanjutkan, penanganan terhadap PPKS yang berada di desa/kelurahan perlu penjangkauan yang lebih optimal. Untuk itu, Kemensos RI membentuk model pemberdayaan sosial melalui Desa Berketahanan Sosial yang menerapkan empat dimensi ketahanan sosial masyarakat.Yakni, perlindungan sosial terhadap kelompok rentan, miskin, dan PPKS lainnya, mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan organisasi sosial lokal, pengendalian terhadap konflik sosial atau kekerasan, serta pemeliharaan kearifan lokal dalam mengelola sumber daya alam dan sumber daya sosial.
 
“Kami harapkan relawan Pensosmas dapat mengimplementasikan empat dimensi tersebut serta membantu kami menjadi corong di masyarakat,” harapnya. 
 
Dalam kegiatan ini, dihadirkan beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya. Di antaranya, Ketua Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Jatim Dr Arman Linda, Ketua Koordinator Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) Jatim Bajoe Setiono, dan Koordinator TKSKS Jatim Nur Sholeh. (her/s)

Views 9205
Web Statistic