BBKP Surabaya Waspadai Penyebaran Virus ASF

UMUM | 12 Nov 2019 02:26:10 PM

BBKP Surabaya Waspadai Penyebaran Virus ASF

Istimewa

Jatim Newsroom- Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus lakukan upaya pengawasan dan pencegahan masuknya virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika ke Indonesia.

Indra, petugas BBKP Surabaya wilayah kerja Juanda, Selasa (12/11) mengatakan, dengan merebaknya ASF, petugas karantina pertanian seluruh Indonesia terus meningkatkan kewaspadaan baik di pelabuhan laut, udara dan penyeberangan. Peningkatan kewaspadaan perlu dilakukan mengingat Indonesia masih bebas ASF, tingkat kesakitan dan kematian babi mencapai 100%, serta sampai saat ini belum ada obat ataupun vaksin untuk mengatasi ASF.

Sesuai dengan laporan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia atau OIE, hampir semua negara di Asia telah terkontaminasi virus ASF, diantaranya: Mongolia (Januari 2019), Vietnam (Februari 2019), Kamboja (Maret 2019), Hongkong (Mei 2019), Korea Utara (Mei 2019), Filipina (Agustus 2019) dan yang terbaru adalah Timor Leste (September 2019).

Pada 25 Oktober 2019 lalu, petugas Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya wilker Bandara Juanda mengamankan 18 Kg daging beku tanpa dokumen dari Italia. Selain daging beku, media pembawa ASF dapat berupa daging babi segar, sosis, nugget, kornet, bakso dan babi hidup.

Menurutnya, daging babi beku walaupun berupa tentengan dan jumlahnya tidak terlalu banyak tetap wajib disertai sertifikat sanitasi produk hewan dari negara asal dan dilaporkan ke petugas karantina di negara tujuan.

Virus ASF juga tidak dapat dimusnahkan dalam daging lewat pengawetan. Virus akan bertahan dalam beberapa bulan pada media daging mentah dan beku, sehingga diperlukan kerjasama drai semua sektor untuk pencegahan masuknya ASF ke Indonesia (jal)

Views 6266
Web Statistic