ANTISIPASI FLU BABI DENGAN JAGA DAYA TAHAN TUBUH

UMUM | 06 Aug 2009 03:04:23 PM

Maraknya penyebaran penyakit flu babi di Jawa Timur, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi terjangkitnya penyakit yang diakibatkan virus A H1N1 tersebut dengan menjaga daya tubuh. Ketua Tim Penanggulangan flu babi, RSU Dr Soetomo, dr J F Palilingan SpP(K) di kantornya, Kamis (6/8) menuturkan, penangkal utama penyakit itu adalah daya tahan tubuh. Maka, penderita saat ada gejala diminta untuk mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. ”Dengan naiknya sistem imun atau daya tahan tubuh, virus flu akan hilang dengan sendirinya,” paparnya. Menurutnya, jika anak terjangkit, orang tua diharapkan tak memaksa si buah hati untuk masuk sekolah. Pasalnya, hal tersebut berpotensi memburuk kondisi anak. ”Sebaiknya, biarkan mereka libur dulu agar bisa istirahat di rumah. Selain lebih cepat pulih, juga dapat melindungi siswa lain di sekolah,” tegasnya. Antisipasi lainnya, yakni sering cuci tangan dengan sabun, terutama setelah beraktifitas atau kontak dengan penderita. Selain itu, diusahakan sedikit menjauh saat melakukan percakapan, karena virus ini cepat tertular Direktur RSU Dr Soetomo, Dr Slamet R Yuwono mengatakan, masyarakat tidak perlu panik atas penyebaran flu babi, karena yang terpenting saat ada gejala terjangkit penyakit itu segera datang ke institusi kesehatan terdekat. Pada dasarnya, rumah sakit yang dipimpinnya sudah pengalaman menangani penyakit tersebut, seperti halnya penyakit flu burung yang pernah menyebar di Surabaya. ”Bahkan untuk penanganan flu babi ini, telah dibentuk tim koordinasi penanggulangan musibah massal di Jatim. Tim ini merupakan sistem penanganan flu babi sejak dari pukesmas, rumah sakit di kabupaten/kota hingga rujukan di rumah sakit pemprov Jatim,” ujarnya. Direktur RS Haji Surabaya, dr Sukamto SpOG menjelaskan, tidak semua pasien akan dirujuk di rumah sakit. Rujukan hanya berlaku bagi pasien yang masih punya keluhan sakit. Sebab, tidak semua penderita H1N1 yang dinyatakan positif berarti berbahaya. ”Ibaratnya, kalau kondisinya sudah membaik, berarti virus telah lemah, bahkan hilang,” ujarnya. Pasien yang positif terjangkit akan dirawat diruang isolasi dengan ciri-ciri suhu badannya panas tinggi. Seperti halnya, perawatan terhadap 30 santri pondok pesantren Assalafi Al Fitra Surabaya pada beberapa hari sebelumnya. Pasien tersebut langsung ditangani tim yang terdiri atas dokter anak, paru, anestesi dan ICU. ”Mereka diisolasikan diruang yang telah disediahkan. Pihak rumah sakit telah memberikan tamiflu, dan cek darah terhadap penderita yang menginap diruang tertutup tersebut, ” terangnya. Seperti diketahui, untuk mengatasi maraknya penyakit ini Dinkes Jatim mengajukan anggaran Rp 3 miliar melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2009. Anggaran itu untuk penyediaan obat-obat serta penambahan ruang baru penanganan penyakit di RSU Dr Soetomo. Daerah yang masuk penyebaran virus, yakni Banyuwangi, Lumajang, Surabaya, Nganjuk, Malang, Sidoarjo, Jember, Ponorogo, Mojokerto, Probolinggo, Jombang, dan Lamongan. Agar penanganan lebih efektif, dinas ini menyertakan Dinkes kabupaten/kota di Jatim. Bagi warga jika terdapat gejala flu akan ditangani di pukesmas setempat. Namun, apabila kondisinya memprihatinkan akan ditangani oleh pihak rumah sakit.

Views 3754
Web Statistic