Jombang Canangkan SMS Bunda dan Si Jari Emas

Kiprah Daerah | 23 Feb 2015 09:08:15 AM

Sebagai daerah yang mendapat predikat kabupaten sehat, Kabupaten Jombang terus berupaya untuk menjaga predikat tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jombang adalah mencanangkan program SMS Bunda dan Si Jari Emas (Sistem Jaringan Informasi Expanding Maternal And Neotanal Survival ). Program tersebut merupakan hasil kerjasama antara TP PKK Kabupaten Jombang dengan Program EMAS (Expanding Maternal And Neotanal Survival) Jawa Timur.
Di hadapan para ibu hamil dari 306 desa serta bidan desa se Kabupaten Jombang,  ketua TP PKK Kabupaten Jombang Ir.Tjaturina Yuliastuti Wihandoko mengatakan, SMS Bunda adalah layanan SMS yang memberikan informasi maupun tips kesehatan bagi ibu hamil dan setelah melahirkan (masa nifas).  
“Setelah ibu mendaftarkan diri ,nanti akan menerima SMS informasi dan tips kesehatan bagi ibu hamil maupun yang telah melahirkan ,sejak kehamilan pertama sampai hari ke 42 setelah melahirkan secara gratis,” katanya saat sosialisasi di Pendopo Pemkab, Kamis (5/2).
Ditambahkannya, program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Jombang, khususnya dalam upaya menekan angka kematian bayi dan angka kematian ibu.  Melalui gerakan ini diharapkan agar para ibu hamil terus bisa mengontrol kondisinya.
”Jadi, kita berharap tidak hanya pada kematian bayi dan ibu melahirkan, melainkan kesehatan bayi saat di dalam kandungan juga dijaga kesehatannya,” tuturnya.
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko menyambut baik pencanangan SMS Bunda ini karena untuk menjamin bayi agar lahir dalam keadaan selamat, maka sejak dalam kandungan sudah harus dijaga kesehatannya dengan baik.
“Oleh karena itu melalui SMS Bunda dan Si Jari Manis ini maka akan dapat mengadopsi ibu hamil untuk mendapatkan informasi atau tips kesehatan, sehingga ibu ibu ini dapat menjaga kesehatan bayinya dengan baik,” katanya..
Pemkab Jombang memang serius dalam hal menekan angka kematian ibu dan bayi. Selama ini pemkab Jombang melalui Puskesmas, PKK desa, Bidan Desa maupun Posyandu se Kabupaten Jombang sangat getol dalam mensosialisasikan upaya untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan bayi.  “Tahun kemarin, masih ada 26 ibu melahirkan yang meninggal dan 207 bayi yang meninggal. Jangan sampai terulang lagi kasus tersebut di tahun ini,” kata Nyono.
Tetapi menurut Bupati Nyono, hal terpenting dari pendidikan anak adalah hendaknya dimulai dari dalam kandungan. Saat dalam kandungan tersebut sikap dan perilaku kedua orangtuanya harus dijaga sebaik mungkin. Sebab, pendidikan anak saat di dalam kandungan bisa dari faktor sikap kedua orangtuanya. Melalui pendidikan dalam kandungan itu bisa mengasah kekuatan kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual.
“Tidak kalah penting lagi, peran seorang bapak saat istrinya melahirkan juga sangat penting. Jadi jangan sekali-kali para suami yang istrinya sedang hamil segala sesuatuanya dibebankan pada istri. Justru, tugas-tugas semua itu adalah tugas seorang suami,” pesan Bupati di hadapan para hadirin yang hadir.

Jujugan Studi Banding
            Keberhasilan Pemkab Jombang dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sangat mendapat apresiasi dari masyarakat luas, ini terbukti beberapa kali menjadi tempat jujugan Kabupaten lain untuk belajar atau ngangsu kaweruh  atas prestasi tersebut.
            Salah satu program tersebut yakni Keberhasilan Kelompok Pendukung Air Susu Ibu (KP-ASI) Kabupaten Jombang di Tingkat Nasional membawa konsekuensi menjadi tempat jujugan Kabupaten lain untuk belajar atau ngangsu kaweruh  atas prestasi tersebut. Salah satunya Kabupaten Gresik.
Kabid Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr Heny Jasaningsih mengatakan, di daerahnya kesejahteraan keluarga dirasa sudah baik, namun ternyata Kabupaten Jombang jauh lebih baik lagi, sehingga menjadi juara di tingkat nasional.
 Untuk itu Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik mengajak pokja 4 - TP PKK Kabupaten Gresik serta Pelaksana Gizi Puskesmas se wilayah Kabupaten Gresik berguru di Kabupaten Jombang.  “Tahun ini Kabupaten Gresik sangat siap untuk maju ke tingkat nasional menyusul keberhasilan kabupaten Jombang yang telah berhasil di  tingkat nasional,” katanya.
Rombongan selain mendapatkan  informasi terkait KP ASI di Kabupaten Jombang, juga melihat keberadaan KP ASI di desa Sudimoro kecamatan Megaluh. “Tidak ada rahasia diantara kita, apa yang ada di KP ASI Kabupaten Jombang ini akan kami bagi ilmunya dengan daerah lain, karena Kabupaten Jombang sudah tidak boleh mengikuti lomba KP ASI, karena sudah juara nasional,”  ujar dr Heri Wibowo MKes, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang saat mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Jombang Ir. Tjaturina Wihandoko MM menerima rombongan.
 
Berantas Buta Aksara
Program-program Tim Penggerak PKK Kabupaten Jombang tidak diperuntukkan membangun kualitas kaum ibu-ibu saja, tapi juga berkomitmen membantu pemerintah Kabupaten Jombang menyukseskan berantas angka buta aksara.
Ir. Tjaturina Wihandoko menuturkan, TP PKK Kabupaten Jombang pada tahun 2014 mendapatkan anggaran APBD Provinsi Jatim Program KF, sehingga PKK Kabupaten Jombang  dapat melaksanakan Program Kelompok Belajar (Kejar) KF dengan membentuk 20 kelompok di 4 kecamatan, masing-masing 5 kelompok dari 2 desa. Hal ini dilaksanakan selama 6 bulan.
Keaksaraan Fungsional  atau KF ini memiliki tujuan mengajak warga belajar agar dapat memanfaatkan kemampuan dasar baca, tulis, dan hitung (calistung) dan kemampuan fungsionalnya dalam kehidupan sehari-hari.
Utamanya penyandang buta aksara alfabet. Karena penduduk yang buta aksara tidak sepenuhnya berarti tidak bisa membaca. Sebagian ternyata diketahui pandai membaca huruf Arab. Namun pengertian buta aksara adalah tidak bisa membaca huruf alfabet. Kelompok ini yang di golongkan buta aksara karena ketentuannya harus bisa membaca huruf alfabet.
Kegiatan ini sebagai bentuk nyata gerakan TP PKK menjadi mitra pemerintah, khususnya bidang pendidikan. Menurutnya, tinggi rendahnya tingkat kualitas Sumber daya manusia salah satunya ditentukan indikator angka buta aksara.  ”Perhatian TP PKK Kabupaten Jombang  terhadap keaksaraan fungsional ini sebagai perwujudan dari sepuluh program pokok PKK yang salah satunya mendukung pembangunan pendidikan,” kata Tjaturina.
Dengan kegiatan KF, Tjaturina berharap  kepada para tutor dapat memberikan materi  baca tulis dan berhitung (Calistung) juga ketrampilan untuk berwirausaha, sehingga out putnya dapat meningkatkan kualitas SDM lewat jalur pembelajaran, juga  berketerampilan untuk dapat berwirausaha. ”Berikan ilmu dan bimbingan dengan tulus ikhlas dengan niatan ibadah. Mudah-mudahan ilmu yang akan saudara berikan menjadi ilmu yang bermanfaat,” tambahnya.
Empat kecamatan yang menerima program KF pada pelaksanaan tahun 2015, antara lain Kecamatan Tembelang dibuka pada (27/1), kecamatan Diwek (29/1), Kecamatan Kudu (2/2) dan Kecamatan Mojowarno dibuka pada (3/2).
Kepada para warga belajar yang sudah lanjut usia, Tjaturina Wihandoko memberikan semangat dan  motivasi untuk tetap giat belajar. “Karena sesungguhnya menuntut ilmu itu wajib hukumnya. Ilmu membuat seseorang jadi mulia, baik di hadapan manusia juga di hadapan-Nya”. Tidak ada kata terlambat untuk menuntut ilmu,” katanya. (ern)

Views 52640

 

 

Web Statistic