Selasa, 29 November 2022

Kemenkes RI Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator

Diunggah pada : 8 Maret 2022 16:59:51 46

Jatim Newsroom-Guna menggali inovasi di bidang kesehatan dan bioteknologi, Kementrian Kesehatan RI menggelar Gelar Ecosystem Health Innovation Sprint Accelerator, bertempat di Novotel Surabaya-Hotel Suites, Selasa (8/3/2022).
 
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr Erwin Astha Triyono, dr Sp PD KPTI mengatakan, kegiatan ini merupakan rencana kerja transformasi digitalisasi untuk memperkuat tata kelolah kebijakan digitalisasi layanan, ekosistem inovasi di bidang kesehatan untuk memetakan inovasi digital unggulan di bidang teknologi kesehatan guna membangun ekosistem Inovasi.
 
Dikatakannya, ada beberapa isu yang akan disampaikan, pertama terkait indek pembangunan manusia. Angka kematian ibu, angka kematian bayi, stanting, TB, HIV, yang terkait dengan penyakit-penyakit menular,  kemudian juga dihadapkan penyakit tidak menular, yang sampai saat ini masih menjadi tantangan. “Selain itu ada diabetes, penyakit jantung, penyakit ginjal dan seterusnya. Ini sangat membutuhkan inovasi mendorong supaya preventif, komutatif, meskipun isu kuratif juga perlu diperkuat lagi,” katanya.
 
Lebih lanjt dikatakannya, isu kedua yakni inovasi kesehatan prinsipnya merupakan langkah awal untuk memperbaiki sistem kesehatan nasional, karena tantangan global yang harus dijawab dengan strategi terbaik. 
 
“Kita juga tahu bahwa inovasi ini nanti mungkin akan melahirkan big data, cuma masalahnya, setelah big data atau inovasi tersebut ada, jangan lupa bagaimana strategis pemanfaatan ini, perlu skill tersendiri yang mungkin terkoneksi dengan sistem kesehatan,” tambahnya.
 
Dicontohkannya, misalkan punya sistem akreditasi yang bisa menjamin mutu pelayanan, sistem JKN/BPJS yang nanti harus link, supaya hasil akhirnya efisien, efektif yang membutuhkan kendali mutu, kendali biaya menjadi isu terbaik. 
 
“Kita tahu bahwa semua inovasi menjadi pintu terbaik, tapi jangan lupa bahwa semua itu harus menjadi subjek, buka menjadi objek, yang pada akhirnya kewalahan dalam menyikapi perkembangan teknologi dan informasi,” ujarnya. 
 
Patota Tambunan, Head of Tribe Ekosistem Inovasi DTO Kemenkes selaku koordinator acara mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mencari inovasi-inovasi di bidang kesehatan dan di bidang bioteknologi, untuk mempercepat transformasi digital kesehatan di Indonesia.
 
“Prosesnya sudah berjalan sejak bulan Januari lalu, dan kita telah menerima 105 inovasi dari seluruh Indonesia, dari bidang iptek dan bidang biotek dan itu dari bidang telekonsultasi, untuk penelitian geoteknologi senyawa marker,” katanya.
 
Dikatakannya, telah terpilih 15 inovasi untuk lanjut ke tahap berikutnya, yaitu 11 inovasi di bidang healtech , dan 4  inovasi di bidang biotek yang nanti akan dilakukan demo di akhir Maret.  
 
Lebih lanjut dikatakannya, acara ini bertujuan menggali aspirasi, menggali masukan, dan menghubungkan antara industri kesehatan, antara pemerintah sebagai regulator, kementrian pariwisata juga untuk pengembangan industri kreatif dan digital, serta peneliti dari universitas, maupun industri yang memiliki inovasi yang siap untuk direalisasi, dikeluarkan, implementasikan untuk dipakai masyarakat. “Semoga diskusi hari ini menjadi langkah awal mempercepat dan meratakan pelayanan kesehatan secara digital di Indonesia,” harapnya.(ern/hjr). 
 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait