Minggu, 14 Agustus 2022

Jatim –Tiongkok Pererat Hubungan Kerjasama

Diunggah pada : 28 September 2018 10:55:09 12

Jatim Newsroom– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok terus mempererat hubungan kerjasama. Saat ini sudah ada enam provinsi atau kota setingkat provinsi di Tiongkok yang bekerjasama dengan Jatim, yaitu Shanghai, Tianjin, Guangxi, Shandong, Zhejiang dan Jiangxi.

“Kami mengundang para investor dari Tiongkok untuk memperluas investasi di Jawa Timur. Pemprov Jatim menjamin kemudahan investasi dengan memberikan empat jaminan kepada investor, antara lain kemudahan perzinan, infrastruktur layanan, ketersediaan energi atau listrik dan iklim buruh yang kondusif,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono,pada Perayaan HUT Republik Rakyat Tiongkok (RRT)Ke-69 di Surabaya, Kamis, (27/9) malam.

Ia menjelaskan pada periode Januari hingga Mei 2018, nilai impor Jawa Timur menyentuh angka sebesar 2,33 Miliar Dollar AS. Capaian pertumbuhan ekonomi tersebut salah satunya berkat hubungan baik antara Jawa Timur dan Tiongkok.

Lebih lanjut, Heru menuturkan sebagai salah satu negara mitra yang memiliki hubungan sejarah panjang dengan Jawa Timur, Tiongkok merupakan negara penting. Hubungan keduanya dimulai sejak petuangan Laksamana Cheng Ho di wilayah Indonesia  1405 hingga 1433 Masehi.

“Petualangan Laksamana Cheng Ho dilakukan sampai tujuh kali pelayaran, sehingga mampu meninggalkan jejak sejarah bernilai seni dan historis yang tinggi khususnya di Jawa Timur, mulai benda bersejarah, permukiman Etnis Tionghoa, Pecinan Klenteng, Masjid hingga Patung Cheng Ho,” terangnya.

Konsul Jenderal RRT di Surabaya, Gu Jingi,mengatakan tahun ini hubungan kerjasama antara Jawa Timur dengan Tiongkok terus diperkuat. Empat tahun lamanya Jawa Timur dan Tianjin saling mendirikan Pusat Pertukaran dan Kerjasama.

“Misalnya beberapa waktu lalu kami bersama Dinas Pendidikanmengadakan Lomba Pengetahuan Budaya Tiongkok yang telah menarik banyak siswa untuk berpartisipasi. UIN Sunan Ampel juga telah mendirikan pusat studi Indonesia-Tiongkok pertama di Jawa Timur,” ujarnya.

Pertukaran di antara masyarakat kedua negara terus berkembang. Pada 2017, jumlah wisatawan Tiongkok yang datang ke Indonesia mencapai 2,07 juta kunjungan. Tiongkok menjadi negara sumber wisatawan asing terbesar bagi Indonesia.

“Sebaliknya, semakin banyak juga anak muda Indonesia yang pergi ke Tiongkok untuk menimba ilmu dan bekerja. Tiongkok kini menjadi negara tujuan kedua paling diminati pelajar Indonesia. Saat ini ada sekitar 14 ribu pelajar Indonesia yang belajar di Tiongkok,” tandasnya. (luk/s)

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait