Jumat, 20 Mei 2022

JALUR PANTURA TUBAN-LAMONGAN SIAP SAMBUT PEMUDIK

Diunggah pada : 25 Juli 2012 11:11:26 13
thumb

Meski puasa Ramadan baru berlangsung lima hari dimana Lebaran masih kurang 24 hari lagi, namun sejumlah ruas jalur Lebaran saat ini sudah mulai siap menyambut pemudik yang melintasi sejumlah ruas jalur Pantai Utara (Pantura). Dari pengamatan ruas Pantura di Kabupaten Tuban-Lamongan hingga Surabaya, pada ruas tersebut saat ini siap menyambut pemudik.

Humas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V, Dedi Suntoro, Rabu (25/7) mengatakan, ruas jalur Pantura pada dua daerah tersebut saat ini kondisinya layak fungsi dan sebagian besar dalam kondisi mantap. Untuk mempertahankan kondisi itu, sejumlah penambalan terus dilakukan jika temui terdapat ruas yang berlubang. “Dari pantau kami tidak ditemui lubang yang membahayakan pengendara,” katanya.

Dikatakannya, ruas Pantura Tuban-Lamongan saat ini sebagian besar telah memiliki lebar yang sangat memadai, yakni dengan komposisi 7-2-7 dimana masing-masing lajur memiliki lebar 7 meter dengan lebar median jalan 2 meter. Meski belum semua ruas memiliki lebar tersebut, namun keberadaan jalan nasional sudah sesuai dengan nilai ekonomi pada wilayah sekitar.

Untuk menghindari terjadi kemacetan jika nantinya sewaktu-waktu terjadi pada ruas tersebut, pemudik yang akan menuju Tuban dari Surabaya atau sebaliknya bisa memanfaatkan ruas Gresik-Paciran-Sedayu Lawas-Ngaglik-Tuban. Pada ruas jalan nasional yang dikenal dengan Jalan Deandles saat ini sebagian besar kondisinya juga mantap dan sangat layak fungsi. “

Selama ini, ruas tersebut sebagai sebagai jalur alternatif bagi para pemudik untuk menghindari keramaian kendaran pada jalur Tuban-Lamongan. Adanya kerusakan pada Jembatan Sedayu Lawas, pemerintah juga membuat jembatan baru dengan tetap memfungsikan jembatan lama untuk satu arah.

Untuk diketahui, jalur Pantura di Kabupaten Tuban terbentang mulai dari Kecamatan Palang, Kecamatan Kota Tuban, Merakurak, Tambakboyo dan Bancar. Jalur tersebut belum termasuk jalur penghubung dari Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, menuju ke Kecamatan Widang, Plumpang, Semanding, hingga masuk Kota Tuban dengan panjang sekitar 30 kilometer.

Jalur-jalur tersebut termasuk padat karena menjadi penghubung antara kota-kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Jakarta. Di antara Surabaya-Gresik-Lamongan-Tuban, kemudian diteruskan ke Kabupaten Rembang, Pati, Kudus, Demak hingga Kota Semarang, Jawa Tengah. Ke arah barat hingga Jakarta. Demikian pula sebaliknya.

Selama ini jalur pantura, termasuk di Tuban, menjadi penghubung utama lalu-lintas Surabaya-Semarang-Jakarta. Karena itu, jalur tersebut harus mendapatkan perhatian khusus, termasuk jalur yang kondisinya sempit antara Merakurak-Bancar sejauh sekitar 40 kilometer.

Untuk menghindari terjadinya penumpukan arus mudik Lebaran, telah disiapkan jalur alternatif. Untuk jalur Semarang-Surabaya diupayakan menempuh jalur tengah. Di antaranya melalui Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, ke Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya, dari Kota Bojonegoro menuju Kecamatan Padangan hingga ke perbatasan Kecamatan Cepu, Blora, hingga ke Rembang dan kemudian menuju Kudus dan Semarang. (jal)