Senin, 6 Februari 2023

Wilayah Siaran Jatim 1, Kini 90 Persen Terapkan Siaran Digital

Diunggah pada : 14 November 2022 11:23:21 1989
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, Hudiyono mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan Set Top Box (STB) dari pemerintah pada salah satu warga Surabaya yang juga peserta Bimtek yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Sheraton, Surabaya, Senin (14/11/2022). Foto: Sugeng JNR

Jatim Newsroom - Wilayah Siaran Jatim 1, saat ini 90 persen siap melaksanakan program siaran digital dalam mendukung Program Analog Switch Off (ASO) yang telah diterapkan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. 

Kepastian kesiapan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim, Hudiyono mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam kegiatan "Seremonial dan Bimbingan Teknis Pendistribusian Bantuan set top box (STB) dari Pemerintah di Wilayah Layanan Siaran Jawa Timur 1 dalam Rangka ASO" yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Hotel Sheraton, Surabaya, Senin (14/11/2022).

Menurutnya, kunci utama percepatan Program ASO adalah adanya kolaborasi antar berbagai pihak. Kolaborasi bisa dilakukan antara pemerintah daerah dengan lembaga penyiaran yang melibatkan beragam elemen masyarakat. "Dengan kolaborasi itu akan muncul beragam inovasi dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat yang manfaatnya semakin banyak yang melakukan kesiapan menerima siaran digital," terangnya.

Diterangkannya, selain kolaborasi dan inovasi, inisiatif juga menjadi hal yang sangat penting dalam kesuksesan program ini. Inisiatif itu bisa berupa kecepatan pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pendistribusian STB pada masyarakat yang berhak. "Semakin cepat penyelesaian pendistribusian STB, maka semakin cepat pula semua wilayah di Jatim menerima program siaran TV Digital," katanya.

Terkait penghentian siaran TV analog tersebut, Hudiyono, menuturkan, pemerintah telah berupaya maksimal dengan melibatkan berbagai pihak untuk menyosialisasikan kepada masyarakat. Migrasi dari TV analog ke digital diyakininya akan berjalan sesuai harapan. Sebab, masyarakat justru akan diuntungkan dengan hadirnya TV digital karena tayangan gambarnya bersih, suaranya jernih dan teknologinya canggih, serta pilihan chanel yang lebih banyak. 

Untuk diketahui, Kementerian Kominfo telah membagi Jawa Timur menjadi sepuluh wilayah layanan dengan jadwal ASO-nya masing-masing. Hal ini tertuang dalam Permenkominfo No. 6/2019 dan Permenkominfo No. 11/2021.

Surabaya masuk dalam Wilayah Jawa Timur 1. Wilayah yang termasuk dalam Jatim 1 adalah Kota Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Sidoarjo, Jombang, Lamongan, Gresik, dan Bangkalan. Penghentian TV analog atau analog switch off (ASO) akan dilakukan melalaui tiga tahap, termasuk di Jawa Timur.

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, M Afghani Wardhana mengatakan, hingga saat ini sebanyak 17.012 set top STB dibagikan ke warga Surabaya. Ini dilakukan Pemkot Surabaya saat TV analog beralih ke digital.

Afghani juga menyampaikan terima kasih atas bantuan STB yang diberikan ke warga. Pihaknya memastikan, akan melakukan hal yang sama apabila ke depan ada pembagian lagi STB. "Kalau ada lagi bantuan STB, kita akan lakukan hal yang sama, kita distribusikan langsung ke warga. Dengan proses pembagian STB ini, pak Wali Kota berharap warga bisa menikmati layanan TV digital," pungkasnya.

Deputi VII Bidang Koordinasi Komunikasi, Informasi dan Apatur Kemenko Polhukam, Arif Musthofa mengatakan, peralihan dari siaran TV analog ke siaran TV digital tak hanya memberi manfaat secara teknis. Perubahan sistem siaran ini akan menghasilkan keuntungan lebih besar lagi khususnya bagi masyarakat terutama dalam mengakselerasi penerapan digitalisasi secara menyeluruh termasuk mengakses internet secara mudah, cepat dan terjangkau.

Saat ini masyarakat membutuhkan akses intenet yang gampang diakses sekaligus lancar. Sayangnya, keinginan tersebut belum sepenuhnya terpenuhi karena adanya keterbatasan termasuk soal infrastruktur. 

“Ini akan jadi lebih mudah diakses ketika analog switch off (ASO) sudah selesai. Karena dengan ASO saluran kanal TV jadi lebih efisien. Jadi dalam satu kanal bisa ada 6 hingga 12 TV jika dengan digital. Ini akan menyisakan frekuensi untuk perluasan intenet tadi dan juga pengembangan teknologi 5G,” jelasnya.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengembangan Pita Lebar Ditjen PPI Kemenkominfo, Marvels Situmorang, menyampaikan untuk wilayah Siaran Jatim 1 pemerintah telah mengalokasikan pembagian sebanyak 261.637 STB bagi masyarakat. Sementara bantuan dari lembaga penyiaran sebanyak 33.489 STB. Pada Bimtek kali ini juga dibagikan secara seremonial lima STB pada warga Kota Surabaya. (jal/hjr)

 

 

 

#TV digital