Selasa, 29 November 2022

Wagub Jatim Optimis KEK JIIPE Gresik dan Singhasari Malang Jadi Pintu Masuk Investor Dalam dan Luar Neger

Diunggah pada : 29 September 2022 20:08:33 60
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan pertemuan bersama Sekjen Dewan Nasional KEK di kantor Sekretariat Denas KEK, MNC Tower, Jl. Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Jatim Newsroom - Sebagai tindak lanjut dalam pengembangan dua Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) di Jawa Timur, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak melakukan pertemuan bersama Sekjen Dewan Nasional KEK di kantor Sekretariat Denas KEK, MNC Tower, Jl. Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (29/9/2022). 

Dalam rapat yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut, Wagub Emil memaparkan berbagai progres sekaligus koordinasi dengan berbagai stakeholder, utamanya terkait KEK di dua kawasan yaitu Gresik dan Singosari Malang. 

Wagub Emil optimis, bahwa kedua KEK sudah siap menjadi salah satu pintu sekaligus daya tarik Jawa Timur bagi para investor lokal maupun internasional.

“Ekonomi itu seperti simfoni orchestra. Kita tidak bisa melihat langsung secara direct saja, walaupun besar manfaatnya. Tetapi indirect nya bahwa sekarang Jatim, dan indonesia secara umum, harus punya kawasan industri yang kawasan ekonomi manufaktur yang benar-benar kompetitif di tingkat internasional,” tegasnya. 

Oleh sebab itu, Wagub Emil menekankan, pengembangan KEK tidak bisa lepas dari dukungan pemerintah pusat. Bahkan, juga harus disertai peran serta dari Private Sector, untuk mendapatkan hasil yang maksimal. 

Wagub Emil menjelaskan, dua KEK yang ada di Jatim memiliki kebutuhan dan karakteristik yang amat berbeda. Jika KEK JIIPE Gresik, terdapat pelabuhan yang merupakan kolaborasi antara AKR dengan Pelindo, maka ekosistem manufaktur yang terbangun akan sangat cocok bagi industri-industri strategis yang ada di sekitarnya. 

“Supply Chain akan semakin matang sehingga akan ada multiplier effect dari situ,” ucapnya. 

Sementara, untuk KEK Singhasari Malang, Wagub Emil menyebutnya sebagai satu hal yang menarik karena lebih berbasis digital. Dampak yang diharapkan timbul adalah menjadi katalis untuk transformasi digital, dalam pengembangan sektor-sektor ekonomi kreatif digital baru seperti animasi dan platform lain yang sudah berjalan. Bahkan, sektor digital tersebut bisa langsung berdampingan dengan fasilitas Pendidikan yang ada di sekitarnya.

“Sekarang sudah ada juga studio animasi dan konten yang dibangun oleh para pemangku sektor ekonomi kreatif disana dan itu berdampingan dengan fasilitas pendidikan vokasi dan perguruan tinggi yang dikembangkan berbagai pihak,” tutur Wagub Emil Dardak.

Melalui upaya massif dalam pengembangan kedua KEK, dirinya mengaku optimis, bahwa keduanya bisa menjadi pendongkrak bagi pertumbuhan ekonomi utama di Jatim bahkan Indonesia secara umum.

“Kita sudah mulai Recovery dari pandemi, jadi harapannya adalah semakin agresif dan inovatif dalam membangun jejaring untuk semakin mempercepat atau mengakselerasi realisasi investasi di masing-masing KEK tersebut,” harapnya optimis. 

“Mudah-mudahan ini akan menjadi pendongkrak dan katalis untuk kemajuan ekonomi kreatif di Jatim,” pungkas Wagub Emil. (non)

 

 

 

 

#Emil Elestianto Dardak #Wakil Gubernur Jatim