Kamis, 13 Juni 2024

UPT RSBN Dinsos Jatim Beri Keterampilan Distra Gunakan Mesin Ketik Braille

Diunggah pada : 12 April 2022 10:55:02 70

Jatim Newsroom - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Bina Netra Malang (RSBN) Malang memberikan bimbingan keterampilan menggunakan mesin Ketik Braille untuk para Penerima Manfaat (PM) Disabilitas Netra (Distra).

Para PM belajar Mesin Ketik Braille dengan didampingi Instruktur Vokasional dan Mahasiswa Internship dan KKN PLB  Unesa. Mulai dari mengenal fungsi titik-titik tombol pada mesin ketik braille, cara memasang kertas dan mengoperasikan, serta merangkai huruf braille menjadi sebuah kata atau kalimat.

Mesin Ketik Braille pada dasarnya hampir sama dengan Mesin Ketik Awas dan hanya ada 9 tombol untuk mengetik dan merangkai huruf braille. Mesin Ketik ini memiliki berat 4,8 Kg, Tinggi 10 Cm, Lebar 15 Cm, Panjang 20 Cm, terdiri dari beberapa fitur yaitu penjepit kertas, perata kiri dan kanan, tombol fungsional yang berjumlah 6 yang mewakili angka 1 2 3  bagian kiri 4 5 6 bagian kanan dan tombol spasi di tengah juga tombol pengembali spasi maupun perpindahan ke bawah.

Sesuai dengan pola enam titik yang dipergunakan dalam Braille, mesin ketik ini hanya mempunyai enam tombol pengetik, tiga di sebelah kiri dan tiga di sebelah kanan, dipisahkan oleh tombol spasi. Tiga tombol di sebelah kiri itu dipergunakan untuk membuat titik 1, 2, dan 3; sedangkan tiga tombol di sebelah kanan untuk membuat titik 4, 5, dan 6. Tombol untuk titik 1 ditekan dengan telunjuk kiri, titik 2 dengan jari tengah kiri, dan titik 3 dengan jari manis kiri; sedangkan tombol untuk titik 4 ditekan dengan telunjuk kanan, titik 2 dengan jari tengah kanan, dan titik 6 dengan jari manis kanan. Untuk membuat sebuah huruf yang terdiri dari beberapa titik (misalnya huruf Q yang terdiri dari titik 1-2-3-4-5), semua tombol yang membentuk titik-titik itu ditekan bersamaan dan akan menghasilkan huruf timbul atau huruf Q pada kertas.

Kepala UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan, Selasa (12/4/2022) mengatakan, penggunaan Mesin Ketik Braille bagi penyandang Disabilitas Netra adalah dengan cara yang digunakan ini untuk menyalurkan informasi, sehingga PM dapat merangsang perasaan, perhatian, pikiran serta kemampuan untuk menghafal titik-titik pada tombol di Mesin Ketik Braille tersebut.

Ia berharap PM mampu menulis atau melabeli benda tertentu. Terutama penulisan untuk keperluan penandaan atau butuh perabaan cepat. (her/s)

#jatim #dinsos