Minggu, 29 Januari 2023

UPT PTKS Malang Gelar Pelatihan Sinergitas Bagi Pilar Kesejahteraan Sosial

Diunggah pada : 18 November 2022 7:19:33 8
UPT PTKS Malang menggelar pelatihan sinergitas bagi pilar-pilar kesejahteraan sosial tahun 2022.

Jatim Newsroom – Pemprov Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Peningkatan Tenaga Kesejahteraan Sosial (UPT PTKS) Malang menggelar pelatihan sinergitas bagi pilar-pilar kesejahteraan sosial tahun 2022.

Pelatihan dilaksanakan sejak Selasa-Jumat (15-18/11/2022) di UPT PTKS Malang. Pembukaan pelatihan dilaksanakan pada Rabu (16/11/2022) dengan dihadiri Kepala UPT PTKS Malang, Kepala Seksi Pelatihan UPT PTKS Malang, Kepala Bidang Dinsos Kab. Gresik, seluruh pejabat pengawas, widyaiswara, panitia penyelenggara, serta 40 peserta pelatihan yang semuanya berasal dari Kab. Gresik.

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinsos Provinsi Jatim yang diwakili Kepala UPT PTKS Malang Baiq Lilik Sri Sumartini AKS menyampaikan, masalah kesejahteraan sosial merupakan masalah multidimensi yang menyangkut pemenuhan kebutuhan material, spritual, dan sosial, sehingga untuk pengentasannya diperlukan keterpaduan dan sinergitas.

“Menjalin sinergitas, koordinasi, dan kolaborasi dengan berbagai pilar-pilar kesejahteraan sosial diperlukan untuk melaksanakan pelayanan sosial yang komprehensif lintas sektor, lintas pelaku, dan lintas ilmu. Dalam rangka menuangkan itikad baik tersebut, maka perlu adanya pelatihan,” katanya.

Dia menjelaskan, pelatihan ini sangat penting dalam upaya membangun kekuatan untuk menangani pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) ke depan secara teamwork.

“Ini merupakan salah satu tugas yang mulia. Oleh karena itu, pelatihan ini diberi tema ‘Kita Wujudkan Sinergitas Program Pembangunan Bidang Kesejahteraan Sosial Menuju Pelayanan Sosial yang Profesional dan Berinovasi bagi PPKS.’ Tema tersebut mengandung suatu makna yang sangat strategis, tetapi seringkali sulit untuk dilaksanakan. Sinergitas merupakan suatu upaya memadukan atau mengintegrasikan berbagai sumber daya yang berbeda, tetapi masih terkait untuk mewujudkan suatu kekuatan baru dalam melaksanakan program atau kegiatan,” paparnya.
 
Baiq menambahkan, sinergitas merupakan proses memadukan beberapa aktivitas dalam rangka mencapai satu hasil yang optimal. Sinergitas merupakan kunci keberhasilan dalam perencanaan pembangunan untuk mewujudkan sinergitas dalam pelayanan kesejahteraan sosial. Menurut dia, perlu dibangun kembali komunikasi yang sedemikian rupa agar dapat didengar, dimengerti, disetujui, dilaksanakan, dan dipelihara, sehingga terwujud sinergitas dan kesinambungan.

“Melalui koordinasi dan kerja sama dapat diwujudkan efesiensi dan efektivitas pencapaian tujuan. Karena dalam koordinasi dan kerja sama ada unsur pembagian tugas dan kewenangan, sehingga dapat dihindari tumpang tindih dalam pelaksanaan pekerjaan. Koordinasi dan kerja sama akan terlaksana dengan baik apabila unsur-unsur yang terlibat dapat saling menghormati tugas dan kewenangan masing-masing, serta menghilangkan ego individual maupun sektoral,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Baiq menuruturkan, bahwa kegiatan ini pada hakikatnya untuk menciptakan kesamaan dan kesatuan persepsi dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial guna merespon berbagai permasalahan sosial yang semakin kompleks dan variatif. Konsekuensinya, semua pihak harus proaktif untuk mengubah pelayanan sosial yang hanya berbekal belas kasihan, menjadi pelayanan sosial yang profesional dan berkualitas dengan dilandasi oleh pendekatan ilmu dan praktik pekerjaan sosial.

“Saya harap  momentum ini sebagai langkah awal merapatkan barisan untuk melakukan koordinasi dan sinergi menuju kesolidan dalam melakukan tugas menyukseskan program pembangunan dan menyelesaikan permasalahan kesejahteraan sosial. Tak lupa saya sampaikan penghargaan kepada calon peserta, yang telah memberikan perhatian terhadap pentingnya pelatihan ini. Semoga hasilnya dapat menjadi pemicu dan pemacu kinerja kita dalam penyelenggaraan pelayanan kesejahteraan sosial di-masa-masa mendatang,” tutupnya. (her/s)

#dinsos jatim