Senin, 24 Juni 2024

Unusa Lantik 201 Guru PPG Jadi Guru Profesional

Diunggah pada : 15 Maret 2023 17:20:05 33
Pelantikan Guru PPG Jadi Guru Profesional

Jatim Newsroom - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melantik 201 Pendidikan Profesi Guru (PPG) menjadi Guru Profesional, di Surabaya, Rabu (15/3/2023)

Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng mengatakan, ada tiga budaya yang harus disampaikan kepada peserta didik agar krisis etik saat ini tidak terjadi. Pertama, tentang budaya bersalah, kedua budaya malu, dan ketiga budaya takut. "Kita harus menenamkan kepada peserta didik tiga budaya tersebut. Tugas kita sebagai pendidik di tingkat paling dasar sungguh amat berat dan tidak ringan. Di pundak para gurulah kita menyiapkan generasi unggul mendatang,” katanya.

Menurutnya, guru sebagai bagian dari tenaga kependidikan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan lembaga sekolah dapat dicapai secara maksimal apabila tenaga guru memiliki profesionalisme yang telah ditetapkan, meliputi profesionalisme pedagogik, sosial, profesional dan profesionalisme kepribadian.

“Guru yang profesional akan tercermin dalam pelaksanaan pengabdian tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Selain itu juga ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiaannya. Guru profesional mempunyai tanggung jawab pribadi, sosial, intelektual, moral dan spiritual,” ujarnya. 

Jazidie menambahkan,  profesionalisme seorang guru merupakan hal yang harus dimilliki setiap guru, karena guru adalah aset nasional intelektual bangsa dalam pelaksanaan pendidikan yang mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik dalam rangka melahirkan sumber daya manusia yang mampu, cerdas, dan terampil serta berakhlak mulia guna menunjang peran serta dalam pembangunan.

"Untuk mencapai suatu profesionalisme bukanlah yang mudah, tapi harus melalui suatu pendidikan dan latihan yang relevan dengan profesi yang ditekuni. Dari profesional guru maka bisa timbul minat dari peserta didik untuk belajar," pungkasnya.

Dekan FKIP Unusa, Dr Muhammad Thamrin Hidayat, meminta para guru profesional agar meningkatkan kemampuan literasi dasar, yakni kemampuan literasi membaca, mentulis dan berhitung, menjadi kemampuan berpikir kritis, kreatif, menemukan stock learning, inkuiri, memecahkan masalah, mengatasi perbedaan, dan mengatasi berbagai perbedaan gagasan, hingga menggunakan metodologi  pembelajaran yang beragam. 

“Ini semua adalah karena tuntutan revolusi industri 4.0 saat ini. Karena itu, para guru harus selalu belajar. Sebab, belajar harus dilakukan sepanjang hayat. Dosen dan guru harus melakukan riset tentang produk-produk yang mendukung profesinya," katanya.(ern/s)

#unusa