Senin, 15 Juli 2024

Universitas Brawijaya Akselerasi Penggunaan AI dan DT

Diunggah pada : 5 Juni 2024 10:24:17 23
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr Imam Santoso pada Workshop yang diselenggarakan DIPP

Jatim Newsroom- Universitas Brawijaya melakukan akselerasi penggunaan Artificial Intelligence (AI) dan Digital Technology (DT) sebagai instrumen pembelajaran. Salah satu aspek yang harus terintegrasi adalah riset dan pembelajaran.

“Tema ini juga harus menjadi bagian pembelajaran peserta didik kita. AI dan DT sebagai tools dan juga substansi untuk penguatan pemanfaatan di bidang ilmu hayati dan kemanusaiaan,” ujar Wakil Rektor bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. pada Workshop Pengembangan Kurikulum dan Strategi Pembelajaran Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Digital Technology (DT), Selasa (4/6/2024).

Acara ini dihadiri seluruh Ketua Program Studi Diploma, Sarjana, Master hingga Doktor. Ini terselenggara berkaitan pelaksanaan Program Revitalisasi PTN BH Universitas Brawijaya tahun 2024 melalui Revenue Generating Activity (RGA) tentang Pengembangan Sistem Informasi dan Digitalisasi AI & DT for Nature & Humanity sebagai keunggulan dan Niche khas UB.

Dikatan Prof. Imam, ada tiga hal yang saat ini diakselerasi UB yakni penggunaan AI dan DT, akselerasi biotechnology di berbagai aspek dan integrasi AI dan DT pada sistem pembelajaran. Realisasinya dikembangkan AI Center melalui pemberian hibah penelitian dengan tema yang berkaitan.

Disebutkan Prof. Wayan Firdaus Mahmudy, Ph.D selaku Ketua AI Center UB yang merupakan pemateri dalam acara ini, bahwa setidaknya terdapat delapan elemen AI yang dapat diimplementasikan. Namun, dalam penerapannya menyesuaikan kembali dengan program studi dan tujuan penggunaan berbasis AI seperti contohnya di bidang teknik lebih banyak menggunakan Machine Learning untuk memahami cara kerja mesin. 

Dikatakan Dekan FILKOM ini penerapan AI dan DTdi universitas dilakukan melalui tiga aspek yakni Kurikulum, Modul dan Manajemen berbasis AI dan DT. UB saat ini menerapkan melalui kurikulum dan modul. Sebagai contohnya di kurikulum dengan memasukkan tema pengantar AI, Machine Learning, atau mata kuliah yang menggunakan elemen Artificial Intelligence.

“Jadi dari mata kuliah yang sudah ada dimasukkan unsur mengenai Artificial Intelligence dan Digital Technology, banyak yang bisa,” jelasnya.

Penerapan AI dan DT menurut Prof. Wayan terdapat tantangan serta hal-hal yang harus diperhatikan terkait implementasi AI dan DT. Ini seperti,  AI bukan untuk menggantikan manusia oleh karena itu penerapannya harus bertanggung jawab dan penggunaan AI yang etis harus menjadi bagian integral di kurikulum.

Sedangkan pada strategi pengembangan kurikulum diperlukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan industri termasuk dalam hal ini workshop dengan praktisi industri, dan peningkatan kapasitas dosen dalam penelitian dan penggunaan AI. Selain peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga diperlukan infrastruktur seperti supercomputer dan tools software yang terbaru.

“Untuk infrastruktur dibutuhkan supercomputer dan untuk tools yang terbaru kita kerja sama dengan industri. Jadi modelnya selama dipakai untuk ilmu pendidikan kita bisa pakai secara gratis,” pungkasnya. (jal/hjr)

#universitas brawijaya

Berita Terkait

Kontes Robot Indonesia (KRI) Tingkat Nasional 2024
Tim ATOM FILKOM UB Matangkan Strategi Je...
1 Juli 2024
thumb
Hadapi Tantangan Perubahan Iklim
Universitas Brawijaya Gelar FGD Tentang...
4 Juni 2024
thumb