Senin, 3 Oktober 2022

TMMD ke 113 Tahun 2022, BKKBN Jatim Bersama Kodim 0815 / Mojokerto Gelar Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB

Diunggah pada : 7 Juni 2022 16:32:34 124

Jatim Newsroom - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Jatim bersama Kodim 0815/Mojokerto mengadakan Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB Kesehatan Reproduksi dalam rangka TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 113 Tahun 2022,  di Aula Balai Desa Japan Kec Sooko Mojokerto, Selasa (7/6/2022).

Koordinator bidang KB-KR BKKBN Jatim, Waluyo Ajeng Lukitowati, mewakili Kaper BKKBN Jatim, menyampaikan, sesuai Peraturan Presiden No.72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, BKKBN mendapatkan amanat menjadi koodinator percepatan penurunan stunting di Indonesia. Untuk melakukan penurunan prevalensi stunting Presiden RI telah mencanangkan target menjadi 14% pada tahun 2024. Namun Angka stunting masih berada pada angka 27,7% (SSGBI 2019).

“Hal ini menjadi tantangan kita bersama untuk memperkuat Program Bangga Kencana dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting melalui Sosisalisasi Stunting dan Pelayanan KB. Perlu menjadi perhatian bahwa pencapaian Program KB dalam Percepatan Penurunan Stunting sangat ditentukan oleh kesertaan masyarakat terutama dalam hal ini Pasangan Usia Subur (PUS) dalam ber KB,” jelasnya.

“Penggunaan KB mampu mencegah kejadian stunting, yaitu ibu mempunyai banyak waktu, energi, dan sumber daya untuk menyusui bayi yang dilahirkan dan fokus terhadap pengasuhan anak pada periode 1000 HPK. Kehamilan yang direncanakan dan terjadi ketika wanita berusia >18 tahun, praktik menyusui menjadi lebih baik dan mengarah pada perbaikan nutrisi anak,” terangnya.

Hal tersebut tentunya perlu didukung dengan sarana dan prasarana KB yang memadai serta tenaga pelayanan KB yang kompeten dan pemahaman masyarakat terkait Program Bangga Kencana.

Untuk terus meningkatkan komitmen masyarakat (Pasangan Usia Subur) dalam ber KB diperlukan pula adanya dukungan dari berbagai pihak terkait antara lain stakeholder, provider dan mitra kerja baik pemerintah maupun swasta untuk memberikan pelayanan KB yang berkualitas. Karenanya sangat penting untuk terus menjalin kerjasama dalam meningkatkan komitmen dan dukungan dari berbagai pihak untuk pencapaian program Bangga Kencana.

Hal ini tidak mudah mengingat tantangan dalam Percepatan Penurunan stunting adalah Komitmen dan dukungan berkelanjutan dari Pimpinan, Pengetahuan dan Pendidikan Gizi, Koordinasi dan Integrasi Intervensi Gizi, Kapasitas dan Kualitas pelaksana program kegiatan dan Upaya Advokasi, Kampanye, Pendidikan Gizi, Konseling dan Diseminasi Informasi.

“Berdasarkan hal tersebut maka dipandang perlu dilaksanakan kegiatan terintegrasi Sosialisasi Stunting dan Pelayanan KB dalam rangka TMMD,” katanya.

Perwira seksi teritorial (pasiter) Kodim 0815/Mojokerto, Kapten Inf. Herman Hidayat, menegaskan  Bela negara tidak harus mengangkat senjata. Namun bisa dengan menjaga keutuhan budaya. Pada saat covid 19, salah satunya dengan menaati peraturan perintah dalam penerapan protokol kesehatan.

TMMD adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat. Hal ini guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Tahun 2022 ini TMMD memasuk kegiatan ke 113 dimana nantinya dalam 1 (satu) tahun ada 3x pelaksanaan TMMD. Pada TMMD ke 113 ini ada 5 (lima) kabupaten / kota yang menjadi daerah / wilayah sasaran kab. Ponorogo, kab. Trenggalek, kab. Tuban, kota Madiun, dan kota Probolinggo. Adapun pelaksanaan TMMD Ke 113 itu sendiri dari tanggal 11 Mei sd 9 Juni 2022.

Kegiatan Sosialisasi Stunting melibatkan ibu ibu yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana yang ada di masing masing wilayah Kodim, Bersama-sama lintas sector terkait Dinas Kesehatan, PPKB, IBI, Koordinator PKB, PKB diharapkan program percepatan penurunan stunting ini dapat segera dicapai dengan meningkatkan kesadaran pentingnya Pendewasaan Usia Perkawinan, Perencanan Kehidupan Berumah tangga, Pengaturan Jarak Kehamilan / 4 Terlalu.

Selain itu, untuk meningkatkan sinergitas antara jajaran TNI dengan Pengelola KB berupa penyuluhan, konseling dan pendampingan calon akseptor KB. Dengan 42 peserta, Pelayanan akseptor IUD 5 orang dan implant.

Menurut data Bappenas, persoalan stunting di Jawa Timur disebabkan oleh pola pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ANC, Post Natal, dan pembelajaran dini yang berkualitas. Selain itu, kurangnya akses ke makanan bergizi, kurangnya akses ke air bersih dan sanitasi, masih beragamnya data stunting, terbatasnya persepsi dan perilaku masyarakat terhadap stunting dan pandemi Covid-19 yang memperlambat penurunan stunting.(her/s)

#bkkbn